ALEPPO (Arrahmah.id) – Pemerintah Suriah menyatakan gencatan senjata dengan Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/SDF) pecah setelah kelompok bersenjata pimpinan Kurdi itu dituduh melancarkan serangan drone terhadap posisi militer Suriah di wilayah pedesaan Aleppo, pada Ahad (25/1/2026).
Menurut pernyataan Komando Operasi militer Suriah, seperti dilansir Anadolu Agency (25/1), SDF meluncurkan lebih dari 25 drone bunuh diri jenis FPV yang menargetkan posisi tentara Suriah di sekitar wilayah Ayn al-Arab (Kobani). Serangan tersebut dilaporkan menghancurkan empat kendaraan militer dan melukai sejumlah warga sipil di sekitar Jalan Raya M4 serta desa-desa terdekat.
Pihak militer Suriah menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang baru saja diperpanjang. Pemerintah Suriah sebelumnya memperpanjang gencatan senjata dengan SDF selama 15 hari, sehari sebelum insiden terjadi.
Komando Operasi Suriah menyatakan pihaknya sedang mengevaluasi situasi lapangan dan mempertimbangkan opsi respons terhadap serangan yang disebut menargetkan posisi militer dan warga sipil.
Gencatan senjata antara pemerintah Suriah dan SDF diumumkan di tengah eskalasi konflik di wilayah utara Suriah, khususnya Aleppo dan wilayah timur laut, yang dipicu perselisihan terkait integrasi pasukan SDF ke dalam struktur militer negara.
Kesepakatan tersebut mendapat perhatian internasional, dengan Amerika Serikat menyerukan agar kedua pihak mematuhi gencatan senjata demi mencegah eskalasi lebih lanjut.
Uni Eropa juga menyebut gencatan senjata sebagai langkah positif untuk meredakan ketegangan di kawasan Suriah utara.
Namun, laporan internasional menunjukkan bahwa kedua pihak sebelumnya saling menuduh melakukan pelanggaran gencatan senjata, mencerminkan rendahnya tingkat kepercayaan antara Damaskus dan SDF.
Ketegangan antara pemerintah Suriah dan SDF terjadi di tengah dinamika konflik yang lebih luas, termasuk perebutan wilayah strategis dan penguasaan fasilitas penting seperti penjara yang menampung anggota kelompok militan Islamic State (ISIS).
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak SDF terkait tuduhan pelanggaran gencatan senjata tersebut. Situasi keamanan di wilayah Aleppo dan sekitarnya dilaporkan masih belum stabil. (hanoum/arrahmah.id)
