Memuat...

Irak Akan Adili Ribuan Anggota ISIS yang Dipindahkan dari Suriah

Hanoum
Senin, 26 Januari 2026 / 8 Syakban 1447 07:39
Irak Akan Adili Ribuan Anggota ISIS yang Dipindahkan dari Suriah
Anggota ISIS di Hasakah, Suriah, pada 12 November 2019. [Foto; Jared Szuba/The Defense Post]

BAGHDAD (Arrahmah.id) – Pemerintah Irak menyatakan akan mengadili anggota kelompok militan Islamic State (ISIS) yang dipindahkan dari Suriah ke Irak dalam kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan Dewan Yudisial Tertinggi Irak setelah pertemuan pejabat keamanan dan politik tingkat tinggi di Baghdad, pada Ahad (25/1/2026).

Pemindahan tahanan dilakukan di tengah situasi keamanan yang memburuk di Suriah utara setelah pasukan pemerintah Suriah mengambil alih wilayah yang sebelumnya dikuasai Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Perubahan kendali wilayah tersebut memicu kekhawatiran akan pelarian tahanan ISIS dan kebangkitan sel-sel tidur kelompok itu.

Menurut otoritas Irak, seperti dilansir ABC News (25/1), sekitar 9.000 tahanan ISIS berada dalam proses pemindahan dari Suriah. Sejauh ini, sekitar 275 tahanan telah tiba di Irak, sementara proses transfer dilakukan secara bertahap oleh militer Amerika Serikat melalui jalur udara.

Dewan Yudisial Tertinggi Irak menyatakan bahwa para tahanan yang dituduh terlibat terorisme akan diselidiki oleh aparat keamanan dan diadili di pengadilan domestik Irak sesuai hukum yang berlaku.

Pemindahan tahanan dilakukan setelah pasukan Suriah mengambil alih kamp al-Hol dan penjara di kota Shaddadeh, tempat sejumlah anggota ISIS sebelumnya ditahan. Pertempuran antara tentara Suriah dan SDF di wilayah tersebut meningkatkan risiko pelarian tahanan dan potensi reorganisasi kelompok ISIS.

Pemerintah Irak menyatakan kekhawatiran bahwa tahanan ISIS yang melarikan diri dapat mengancam stabilitas keamanan nasional dan wilayah perbatasan Irak–Suriah. Oleh karena itu, Baghdad menyambut pemindahan tahanan sebagai langkah untuk mencegah kebangkitan kembali jaringan ISIS.

Sumber internasional lain melaporkan bahwa Amerika Serikat telah memulai operasi pemindahan tahanan sejak pekan lalu, dengan potensi hingga 7.000 tahanan yang akan dipindahkan ke fasilitas penahanan di Irak.

Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani menyebut pemindahan tahanan ISIS bersifat sementara dan bertujuan menjaga keamanan nasional dan regional, sembari menyerukan negara-negara lain untuk memulangkan warga negara mereka yang tergabung dalam ISIS agar diadili di negara masing-masing.

Kelompok ISIS sendiri dinyatakan kalah secara militer di Irak pada 2017 dan di Suriah pada 2019, namun sel-sel aktifnya masih melakukan serangan di kedua negara hingga kini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SDF mengenai pemindahan tahanan tersebut. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

SuriahHeadlineAmerika SerikatIrakislamic stateISISSDF