Memuat...

Hamas Kecam Upaya 'Israel' Ubah Perlintasan Rafah Menjadi Alat Kontrol

Zarah Amala
Senin, 2 Februari 2026 / 15 Syakban 1447 10:47
Hamas Kecam Upaya 'Israel' Ubah Perlintasan Rafah Menjadi Alat Kontrol
Penasihat Media Kantor Politik Hamas, Taher al-Nono (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Penasihat Media Kantor Politik Hamas, Taher al-Nono, menilai pembukaan "uji coba" Perlintasan Rafah sebagai langkah yang diperlukan namun masih sangat terbatas akibat persyaratan ketat 'Israel'. Dalam pernyataannya kepada Al Jazeera Mubasher, al-Nono menuding 'Israel' sengaja mempersulit pergerakan warga Palestina sebagai bentuk hukuman kolektif dan upaya sistematis untuk mengubah Jalur Gaza menjadi "penjara besar".

Al-Nono menegaskan bahwa Hamas saat ini tidak memegang kendali administratif maupun keamanan di perbatasan tersebut. Ia menyatakan pihaknya tengah mempercepat penyerahan seluruh wewenang kepada Komite Administrasi (Komite Teknokrat) agar menjadi satu-satunya lembaga resmi yang mengelola urusan publik di Gaza guna mengakhiri dalih pendudukan 'Israel'.

Pihak Hamas menyoroti ketidaklogisan jumlah kuota penumpang yang diizinkan melintas. Kuota 150 pasien per hari dianggap sangat minim mengingat ada 15.000 korban luka yang membutuhkan perawatan luar negeri. Terdapat sekitar 15.000 hingga 20.000 warga Palestina di Mesir yang mendesak untuk segera kembali ke Gaza. Al-Nono memperingatkan upaya 'Israel' mengubah Rafah menjadi "gerbang kontrol" untuk memantau identitas warga melalui prosedur keamanan yang rumit.

Pelanggaran Gencatan Senjata dan Fase Kedua

Terkait situasi keamanan, al-Nono mengungkapkan data mengejutkan mengenai efektivitas gencatan senjata. Sejak kesepakatan dimulai, tercatat lebih dari 1.400 pelanggaran oleh pihak 'Israel', dengan rata-rata 13 insiden per hari termasuk penembakan dan penghancuran. Hamas menolak keras upaya 'Israel' mengaitkan rekonstruksi Gaza atau penarikan pasukan dengan isu pelucutan senjata (demilitarization). Semua isu, termasuk kemerdekaan Palestina dan penarikan penuh militer, harus dibahas sebagai satu paket kesepakatan.

Hamas menyerukan kepada mediator internasional untuk menekan 'Israel' agar meningkatkan kapasitas penumpang di perbatasan Rafah, mengizinkan masuknya peralatan berat untuk evakuasi puing, serta memfasilitasi pengiriman rumah prefabrikasi (karavan) untuk warga yang kehilangan tempat tinggal. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlinehamasPalestinaGazaperlintasan rafah