Memuat...

Prediksi Kepala Staf 'Israel': AS akan Lancarkan Serangan Terbuka ke Iran dalam 14 Hari ke Depan

Zarah Amala
Senin, 2 Februari 2026 / 15 Syakban 1447 11:02
Prediksi Kepala Staf 'Israel': AS akan Lancarkan Serangan Terbuka ke Iran dalam 14 Hari ke Depan
Panglima Angkatan Darat 'Israel', Eyal Zamir, baru-baru ini mengunjungi Washington untuk berkonsultasi dengan para pejabat pertahanan AS [Getty]

TEL AVIV – Kepala Staf Militer 'Israel', Eyal Zamir, menyatakan bahwa Amerika Serikat kemungkinan besar akan melancarkan serangan terhadap Iran dalam jangka waktu dua pekan hingga dua bulan ke depan. Laporan yang disiarkan oleh Radio Tentara Israel pada Ahad (1/2/2026) ini mengisyaratkan bahwa meskipun ketegangan memuncak, serangan mendadak dalam beberapa hari ke depan kecil kemungkinan terjadi.

Zamir, yang baru saja kembali dari kunjungan ke AS untuk bertemu pejabat pertahanan Pentagon, mengungkapkan bahwa periode saat ini masih diliputi ketidakpastian tinggi. Menariknya, Radio Tentara Israel juga mengklaim adanya kerenggangan komunikasi, di mana Washington disebut tidak membagikan seluruh informasi intelijennya dan cenderung meminggirkan 'Israel' dari proses pengambilan keputusan strategis tertentu.

Meski ada isu kerenggangan, koordinasi militer tetap berjalan intensif. Pertemuan tingkat tinggi telah dilakukan, termasuk kunjungan Komandan CENTCOM Jenderal Brad Cooper ke Israel serta kunjungan Kepala Intelijen Militer 'Israel' (Aman) Shlomi Binder ke AS. Langkah ini bertujuan untuk menyinkronkan potensi serangan serta mempersiapkan diri menghadapi serangan balasan dari Teheran.

'Israel' saat ini mengamati dua variabel kunci yang dapat memicu eskalasi dalam waktu dekat, peringatan 47 tahun Revolusi Islam (1-11 Februari) dan peringatan 40 hari tewasnya ribuan demonstran dalam protes ekonomi bulan lalu. Laporan intelijen menyebut adanya faksi garis keras di bawah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang menolak konsesi, berhadapan dengan faksi moderat yang lebih fleksibel terhadap negosiasi.

Di balik persiapan militer, 'Israel' menyimpan kekhawatiran diplomatik bahwa pemerintahan Trump akan mencapai kesepakatan yang hanya berfokus pada isu nuklir namun mengabaikan program rudal balistik. Pejabat keamanan 'Israel' memperingatkan bahwa Trump mungkin akan mengeklaim telah mencapai kesepakatan yang "lebih baik dari Obama," namun tetap akan menjadi kesepakatan buruk bagi 'Israel' jika Iran tetap bebas memproduksi rudal dan menggerakkan proksi-proksinya di kawasan. (zarahamala/arrahmah.id)

IranHeadlineIsraelASpotensi serangan