Memuat...

Irak Terima Ratusan Tahanan ISIS dari Suriah, Termasuk Tokoh Senior

Hanoum
Senin, 2 Februari 2026 / 15 Syakban 1447 03:23
Irak Terima Ratusan Tahanan ISIS dari Suriah, Termasuk Tokoh Senior
Tahanan ISIS saat dipenjara oleh SDF, pada Januari 2022. [Foto: SDF]

BAGHDAD (Arrahmah.id) -- Irak telah menerima sekitar 450 tahanan kelompok militan Islamic State (ISIS) yang dipindahkan dari penjara-penjara di Suriah, termasuk sejumlah tokoh senior. Langkah ini merupakan bagian awal dari misi yang lebih luas untuk memindahkan hingga ribuan tersangka dari wilayah timur laut Suriah ke fasilitas Irak yang lebih aman.

Dalam pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Irak, Hisham al-Alawi, seperti dilansir Anadolu Agency (1/2/2026), pemerintah Irak secara resmi mengumumkan bahwa 450 anggota ISIS telah dipindahkan dari penjara-penjara di Suriah dan tiba di Irak pada awal Februari 2026.

Jumlah ini masih relatif kecil dibandingkan sekitar 7.000 tahanan ISIS yang saat ini ditahan oleh pihak Suriah.

Al-Alawi menyatakan bahwa di antara yang dipindahkan terdapat individu yang pernah memegang posisi komandan dan pemimpin dalam struktur ISIS.

Sebagian dari tahanan ini merupakan warga negara Irak, sedangkan mayoritas lainnya berasal dari lebih 40 negara lain, yang hingga kini masih berada di fasilitas penahanan di Suriah.

Pemerintah Irak mengatakan mereka akan mengadili tahanan yang terbukti melakukan kejahatan berdasarkan hukum Irak. Mereka yang belum terbukti bersalah akan terlebih dahulu ditahan di lembaga pemasyarakatan dengan peninjauan status hukum lebih lanjut.

Langkah pemindahan tahanan ini dilaksanakan dalam koordinasi dengan Pasukan Koalisi internasional, termasuk Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), yang meluncurkan misi untuk memindahkan ribuan tahanan ISIS dari fasilitas di Suriah ke wilayah yang dikendalikan Irak demi mencegah isu keamanan seperti pelarian massal atau celah keamanan di kamp-kamp penahanan yang saat ini semakin rentan.

Meski baru sebagian kecil dari total tahanan dipindahkan, otoritas Irak dan koalisi terus merencanakan pemindahan lebih lanjut, termasuk membagi tahanan ke beberapa penjara berbeda di Irak serta mempercepat proses negosiasi repatriasi oleh negara asal tahanan non-Irak.

Upaya ini juga terjadi di tengah penutupan kamp-kamp di Suriah yang menampung keluarga dan tersangka anggota ISIS, serta diskusi global terkait repatriasi dan penanganan tahanan asing yang ditahan selama bertahun-tahun tanpa proses hukum yang jelas. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

SuriahHeadlineIrakislamic statetawanantahananISIS