KABUL (Arrahmah.id) - Upacara wisuda bagi 3.500 mahasiswa dari Otoritas Pendidikan Teknik dan Kejuruan digelar pada Rabu (3/12/2025) di Kabul, dihadiri oleh para pejabat senior pemerintah.
Abdul Salam Hanafi, Wakil Kepala Administrasi Kantor Perdana Menteri, mengkritik kelalaian infrastruktur negara di masa lalu dan menekankan bahwa pembangunan Afghanistan hanya dapat dicapai oleh rakyatnya sendiri, tidak ada orang asing yang akan membangun negara ini, lansir Tolo News.
Mengacu pada kerusakan infrastruktur selama perang-perang sebelumnya, ia menyatakan bahwa tidak ada upaya substansial yang dilakukan selama dua dekade terakhir, terutama di bidang infrastruktur dan layanan kesehatan. Akibatnya, warga negara menghabiskan ratusan juta dolar setiap tahunnya untuk berobat ke luar negeri.
Ia menekankan: “Jika satu rumah sakit standar saja dibangun di negara ini, kita bisa menganggapnya sebagai kemajuan. Namun saat ini, rakyat kita bepergian ke luar negeri untuk penyakit yang paling mendasar, menghabiskan sekitar $400 hingga $600 juta setiap tahun dari kekayaan nasional untuk berobat di luar negeri.”
Hanafi menekankan bahwa Imarah Islam kini sedang berupaya membangun kembali negara ini. Ia mengatakan semua kesempatan yang diperlukan untuk pendidikan dan pengembangan keterampilan akan diberikan kepada para pemuda agar mereka dapat mengabdi kepada bangsa dengan pengetahuan dan kemampuan.
“Fokus penuh kami adalah membangun kembali negara ini,” ujarnya. “Dari Amirul Mukminin (semoga Allah melindunginya), hingga seorang Mujahid biasa, kami semua memikirkan bagaimana membangun negara ini.”
Gubernur Kabul juga berpidato pada upacara tersebut, mencatat bahwa rakyat Afghanistan telah membuktikan kekuatan mereka tidak hanya di medan perang tetapi juga dalam pendidikan dan pengetahuan, menunjukkan potensi besar di kedua bidang tersebut.
Aminullah Obaid, gubernur Kabul, mengatakan: “Kalian bertanggung jawab untuk terlebih dahulu menerapkan hukum Imarah Islam pada diri kalian sendiri, kemudian menyampaikan dan menerapkannya kepada orang lain.”
Patut dicatat bahwa pada wisuda kali ini, 3.500 mahasiswa menerima diploma dari berbagai bidang, termasuk administrasi dan manajemen, di bawah naungan Otoritas Pendidikan Teknik dan Kejuruan Zona Kabul. (haninmazaya/arrahmah.id)
