Memuat...

Houtsi Umumkan Rencana Penargetan Kapal di Samudera Hindia

Zarah Amala
Senin, 18 Maret 2024 / 8 Ramadan 1445 08:41
Houtsi Umumkan Rencana Penargetan Kapal di Samudera Hindia
Sejumlah orang menghadiri upacara wisuda usai menyelesaikan pelatihan militer mereka dengan nama “Banjir Al-Aqsa”, yang diselenggarakan oleh Houtsi, di distrik Arhab Sana'a, Yaman pada 4 Februari 2024. [Mohammed Hamoud – Anadolu Agency]

SANAA (Arrahmah.id) - Pemberontak syiah Houtsi di Yaman telah mengumumkan rencana mereka untuk menyerang kapal-kapal hingga Samudera Hindia dan Tanjung Harapan, ketika pelayaran global terus menyimpang dari kawasan Laut Merah.

Dalam pernyataan di X oleh dua juru bicara Houtsi, Brigadir Jenderal Yahya Sare'e dan Mohammed Abdulsalam, kelompok yang didukung Iran tersebut bermaksud untuk menargetkan kapal-kapal yang diduga terkait dengan “Israel” di Samudera Hindia, bahkan sampai ke Tanjung Harapan di lepas pantai selatan Afrika.

Sejak Houtsi mulai melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melewati Selat Bab Al-Mandeb dan Laut Merah empat bulan lalu, sebagai tanggapan terhadap serangan “Israel” yang sedang berlangsung di Jalur Gaza dan tindakan genosida pendudukan di wilayah yang terkepung, kapal-kapal telah melintasi wilayah Tanjung Harapan dalam upaya menghindari sasaran kelompok tersebut.

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi pekan ini, Sare'e menegaskan bahwa Houti serius memperluas operasi mereka ke rute pelayaran “tak terduga” lainnya. “Ini adalah langkah penting, maju dan besar. Kami telah memulai operasi terkait kami melalui Samudera Hindia”, katanya.

Menurut Behnam Ben Taleblu, pakar Iran di Yayasan Pertahanan Demokrasi yang berbicara kepada outlet USNI News , Houtsi memang memiliki kemampuan rudal dan drone yang cukup untuk menargetkan Samudera Hindia, terutama dari titik-titik tertentu di Yaman dan menargetkan tujuan.

Meskipun rudal-rudal tersebut dapat menjangkau setidaknya 650 kilometer dan drone dapat menjangkau hingga 2.000 kilometer, rudal-rudal tersebut dilaporkan tidak dapat mengenai kapal-kapal yang sedang berlayar di sekitar Tanjung Harapan. (zarahamala/arrahmah.id)