Memuat...

Imarah Islam: Hindari Niat Jahat, Kami Memantau Segalanya

Hanin Mazaya
Rabu, 20 Agustus 2025 / 27 Safar 1447 14:10
Imarah Islam: Hindari Niat Jahat, Kami Memantau Segalanya
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Dalam upacara peringatan 19 Agustus (Hari Kemerdekaan Afghanistan) di Kementerian Pertahanan, Menteri Pertahanan menekankan bahwa Imarah Islam Afghanistan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan tidak akan membiarkan siapa pun mencampuri urusan dalam negerinya sendiri.

Mawlawi Mohammad Yaqoob Mujahid menyampaikan peringatan keras kepada negara-negara tetangga, kawasan, dan kekuatan global, mendesak mereka untuk meninggalkan niat jahat apa pun terhadap Afghanistan, lansir Tolo News (20/8/2025).

Ia berkata: “Kami menyampaikan pesan ini kepada negara-negara di kawasan, negara-negara tetangga, dan kekuatan global: jika Anda memiliki niat buruk terhadap Afghanistan, tinggalkanlah. Afghanistan tidak memiliki niat buruk terhadap Anda; Afghanistan mengupayakan hubungan positif dengan semua pihak berdasarkan Syariat Islam.”

Menteri Luar Negeri juga menyatakan bahwa Afghanistan kini lebih bersatu dari sebelumnya dan menekankan bahwa tidak seorang pun boleh menyimpan niat buruk terhadap negara tersebut.

Amir Khan Muttaqi berkata: “Mereka yang berada di negara-negara tetangga, kawasan, dan di tempat lain seharusnya tidak menyimpan pikiran negatif tentang Afghanistan. Negara ini kini telah bersatu dan, setelah banyak pengalaman, telah membangun sistem yang kuat.”

Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi mengatakan bahwa mereka yang bermimpi menduduki kembali Afghanistan harus merenungkan perjuangan rakyat Afghanistan di masa lalu melawan invasi.

Mullah Abdul Ghani Baradar mengatakan: “Kami menyerukan kepada semua negara yang berniat jahat terhadap Afghanistan untuk menyadari bahwa kami memantau segalanya dan memiliki perhitungan sendiri. Negara-negara ini harus belajar dari sejarah Afghanistan.”

Direktur Jenderal Intelijen, pembicara lain dalam acara tersebut, menyatakan bahwa Imarah Islam tidak akan membiarkan campur tangan apa pun dalam urusan dalam negeri negara.

Abdul Haq Wasiq menambahkan bahwa sistem Imarah Islam bersifat permanen kali ini, dan tidak seorang pun boleh bermimpi tentang keruntuhannya.

Ia berkata: “Tidak seorang pun boleh berpikir bahwa Imarah Islam akan diduduki atau bahwa sistem ini akan runtuh. Tidak, Insya Allah, kali ini Imarah adalah sistem yang kuat, dan tidak seorang pun akan dapat melawannya.”

Tanggal 19 Agustus, yang diperingati sebagai hari pemulihan kemerdekaan Afghanistan, telah diperingati selama 105 tahun terakhir di bawah berbagai rezim. (haninmazaya/arrahmah.id)