TEHERAN (Arrahmah.id) - Unit intelijen Garda Revolusi Iran telah memperingatkan warga Iran tentang peningkatan upaya perekrutan oleh badan intelijen musuh, lapor media pemerintah pada Selasa (22/7/2025), seperti dilansir Reuters.
Terlibat dalam perang bayangan selama puluhan tahun dengan "Israel", yang berhasil membunuh banyak komandan militer dan ilmuwan nuklir dalam perang udara 12 hari di Iran bulan lalu, Iran semakin khawatir tentang infiltrasi oleh badan intelijen Mossad "Israel".
Bagaimana Mossad bisa merekrut mata-mata Iran dengan mudah
Mossad memiliki 'jaringan luas' mata-mata yang beroperasi di Iran, ungkap mantan perwira intelijen "Israel" Oded Ailam kepada surat kabar Jerman Bild dalam sebuah wawancara.
Ailam (71), bertugas di Mossad selama 24 tahun dan menjelaskan bagaimana badan tersebut mampu merekrut begitu banyak mata-mata di negara yang bermusuhan, bahkan ketika para mullah Iran terus menyerukan kepada masyarakat untuk memburu para pembelot.
"Ada banyak orang yang tidak puas di Iran. Sebagian besar masyarakat miskin. Sementara Iran memiliki cadangan gas yang sangat besar, alih-alih menginvestasikan uang ini di negara mereka sendiri, para mullah telah menggelontorkan miliaran dolar ke organisasi teror seperti Hizbullah," kata Ailam.
"Ada juga fakta bahwa Iran adalah negara besar dengan perbatasan yang tidak selalu dapat dipantau, sehingga memungkinkan penyelundupan 'apa pun' ke negara itu."
Mossad juga menjanjikan perlindungan bagi mata-matanya di Iran dan akan membawa mereka beserta keluarga mereka ke tempat yang aman jika diperlukan.
"Ketika seseorang bekerja untuk kami, kami tidak hanya memperhatikan mereka tetapi juga keluarga mereka," jelasnya.
(haninmazaya/arrahmah.id)
