Memuat...

'Israel' Bunuh Komandan Al-Qassam, Hamas Sebut Gencatan Senjata Terancam

Zarah Amala
Jumat, 16 Januari 2026 / 27 Rajab 1447 10:00
'Israel' Bunuh Komandan Al-Qassam, Hamas Sebut Gencatan Senjata Terancam
Pemimpin Hamas Mohammed al-Hawli gugur dalam serangan udara 'Israel' (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Pasukan militer 'Israel' dilaporkan melakukan operasi pembunuhan terhadap Muhammad al-Hawli, salah satu komandan senior sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, pada Kamis (15/1/2026). Serangan udara yang menargetkan kediaman keluarganya di kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, tersebut turut menewaskan sejumlah anggota keluarga al-Hawli.

Sumber internal Palestina mengungkapkan kepada Al Jazeera bahwa al-Hawli merupakan tokoh kunci dalam Brigade Al-Qassam untuk wilayah administrasi Gaza Tengah. Ia dilaporkan telah lolos dari beberapa upaya pembunuhan serupa dalam konflik sebelumnya.

Hamas mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan perang baru. Dalam pernyataan resminya, kelompok tersebut menegaskan bahwa pengeboman rumah warga sipil merupakan pelanggaran fatal dan berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata yang baru saja disepakati.

"Kejahatan keji ini membuktikan bahwa penjajah fungsional ('Israel') tidak berkomitmen pada perjanjian dan terus berupaya menyabotase upaya damai guna melanjutkan perang genosida terhadap rakyat kami," bunyi pernyataan Hamas. Mereka juga menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara sengaja meremehkan upaya mediasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober lalu, situasi di lapangan tetap mencekam. Data terkini menunjukkan tindakan militer 'Israel' telah menyebabkan 442 warga Palestina gugur, 1.236 warga Palestina mengalami luka-luka dan pembatasan ketat terhadap masuknya pasokan makanan, peralatan medis, dan bahan tempat penampungan bagi 2,4 juta penduduk Gaza.

Hamas mendesak para mediator internasional (Qatar, Mesir, dan Turki) untuk segera bertindak tegas memaksa 'Israel' menghormati seluruh butir perjanjian, termasuk transisi menuju Fase Kedua yang mencakup pelucutan senjata dan rekonstruksi.

Serangan ini menambah panjang daftar kehancuran di Jalur Gaza. Setelah dua tahun agresi yang didukung penuh oleh AS, korban jiwa di pihak Palestina telah melampaui angka 71.000 jiwa, di mana mayoritas adalah wanita dan anak-anak. PBB memperkirakan sekitar 90% infrastruktur sipil di Gaza telah hancur total dengan estimasi biaya pembangunan kembali mencapai $70 miliar. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlineIsraelPalestinaGazakomandanbrigade izzuddin al-qassam