TEL AVIV (Arrahmah.id) -- 'Israel' mengutuk laporan badan PBB, Fase Klasifikasi Keamanan Makanan Terintegrasi (IPC) yang mengatakan adanya kelaparan di Gaza. Mereka menyebut hal itu sebagai upaya untuk membantu kelompok perlawanan Palestina Hamas.
Dikutip dari The Jerusalem Post (22/8/2025), IPC mengeluarkan laporan pernyataan bahwa 514.000 orang di Gaza, mengalami kelaparan.
Mereka mengungkapkan jumlah itu akan meningkat menjadi 641.000 orang pada akhir September.
Kementerian Luar Negeri 'Israel' langsung bereaksi atas pernyataan IPC tersebut. Mereka menyebutnya sebagai laporan palsu yang dibuat khusus untuk menyesuaikan kampanye palsu Hamas.
“Tak bisa dipercaya, IPC memutarbalikkan peraturannya sendiri dan tak mempedulikan kriteria mereka sendiri hanya untuk membuat tuduhan palsu terhadap 'Israel',” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri 'Israel'.
“IPC telah mengubah standar globalnya sendiri, memotong 30 persen ambang batasnya menjadi 15 persen hanya untuk laporan ini, dan sama sekali mengabaikan kriteria kedua, yaitu tingkat kematian, semata-mata untuk melayani kampanye palsu Hamas,” lanjutnya.
Pernyataan itu menambahkan bahwa seluruh dokumen IPC berdasarkan kebohongan Hamas yang dicuci melalui organisasi-organisasi yang memiliki kepentingan pribadi.
“Hukum penawaran dan permintaan tak berbohong, IPC yang berbohong. Setiap ramalan yang dibuat IPC mengenai Gaza selama perang terbukti tak berdasar dan sepenuhnya salah,” tutur mereka.
“Penilaian ini juga akan dibuang ke tong sampah dokumen politik yang terkutuk,” lanjutnya.
Sementara itu, Kantor Perdana Menteri (PM) 'Israel' Benjamin Netanyahu menegaskan 'Israel' memiliki kebijakan menghindarkan kelaparan, bukan menciptakannya.
“Seperti semua laporan IPC, yang satu ini menghiraukan upaya kemanusaan Israel dan pencurian sistematis Hamas,” bunyi pernyataan Kantor PM 'Israel'. (hanoum/arrahmah.id)
