Memuat...

'Israel' Tingkatkan Serangan di Gaza Meski Ada Klaim De-Eskalasi

Zarah Amala
Senin, 6 Oktober 2025 / 15 Rabiulakhir 1447 10:00
'Israel' Tingkatkan Serangan di Gaza Meski Ada Klaim De-Eskalasi
'Israel' terus melakukan pembantaian di Gaza. (Foto: via QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Sejak Ahad fajar (5/10/2025), pasukan pendudukan 'Israel' kembali menggencarkan serangan udara dan artileri di seluruh Jalur Gaza, dengan fokus utama di beberapa distrik Kota Gaza.

Gelombang serangan baru ini telah menewaskan dan melukai banyak warga Palestina, hanya beberapa hari setelah 'Israel' mengklaim akan “mengurangi operasi militernya” menyusul seruan Presiden AS Donald Trump agar pengeboman segera dihentikan.

Menurut laporan rumah sakit di Gaza, sedikitnya 11 warga Palestina tewas sejak pagi, termasuk empat pekerja bantuan kemanusiaan di bagian selatan Gaza.

Layanan Darurat dan Ambulans juga melaporkan bahwa pasukan 'Israel' melepaskan tembakan ke arah warga yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di dekat pusat distribusi di barat laut Rafah.

Di Rumah Sakit Al-Shifa, sumber medis mengonfirmasi empat korban meninggal akibat serangan 'Israel' di kawasan Al-Rimal, sebelah barat Kota Gaza. Sementara Rumah Sakit Al-Awda melaporkan satu korban tewas akibat tembakan artileri 'Israel' di kamp pengungsi Al-Bureij, wilayah tengah Gaza.

Media lokal juga memberitakan sejumlah warga sipil terluka ketika serangan udara 'Israel' menghantam bangunan tempat tinggal di dekat Persimpangan Tayaran di Jalan Al-Thalathini, kawasan Al-Sabra, selatan Kota Gaza.

Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa serangan 'Israel' juga menyasar wilayah Al-Nasr dan Al-Maqousi di utara Kota Gaza, sementara serangan udara lain menghantam kawasan Al-Tuffah dan Jalan Al-Jalaa. Artileri 'Israel' juga membombardir Tel al-Hawa, di barat daya kota, dan kendaraan lapis baja 'Israel' melepaskan tembakan di wilayah terowongan Gaza City.

Dalam insiden lain, tembakan artileri menghantam wilayah Persimpangan Netzarim di dekat jalan pesisir Rashid. Sumber di Rumah Sakit Baptis Al-Ahli mengatakan bahwa jenazah seorang anak berhasil ditemukan setelah serangan udara menghancurkan sebuah rumah di kawasan Al-Tuffah pada Sabtu malam (4/10).

Serangan kali ini terjadi hanya sehari setelah Sabtu berdarah, ketika 61 warga Palestina tewas, termasuk 45 orang di Kota Gaza saja.

Padahal, militer 'Israel' sebelumnya telah mengumumkan akan “mengurangi aktivitas militer” di Jalur Gaza menyusul seruan Trump pada Jumat (3/10) agar pengeboman segera dihentikan, setelah Hamas merespons secara positif terhadap rencana gencatan senjata dan pertukaran tawanan yang ia ajukan.

Namun, Radio Militer 'Israel' kemudian melaporkan bahwa kepemimpinan politik 'Israel' memerintahkan penghentian pendudukan di Kota Gaza dan mengubah operasi militer di Jalur Gaza menjadi bersifat “defensif semata.”

Sejak 7 Oktober 2023, 'Israel' dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat, telah melakukan genosida di Gaza, menewaskan sedikitnya 67.074 warga Palestina dan melukai 169.430 lainnya, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Kekurangan pangan dan wabah penyakit juga terus meluas, telah merenggut 459 nyawa, termasuk 154 anak-anak. (zarahamala/arrahmah.id)