Memuat...

Komandan IDF: Kami Akan Lucuti Senjata Gaza dan Bubarkan Hamas

Zarah Amala
Sabtu, 14 Februari 2026 / 27 Syakban 1447 11:30
Komandan IDF: Kami Akan Lucuti Senjata Gaza dan Bubarkan Hamas
Zamir mengatakan bahwa perang di Gaza telah mencapai prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya (tentara 'Israel').

RAFAH (Arrahmah.id) - Kepala Staf Angkatan Bersenjata 'Israel' (IDF), Jenderal Eyal Zamir, menegaskan bahwa target utama perang di Jalur Gaza tetap tidak berubah, yaitu pelucutan senjata secara total di wilayah kantong tersebut dan pembubaran organisasi Hamas.

Pernyataan tersebut disampaikan Zamir saat melakukan kunjungan lapangan di kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada Jumat (13/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh sejumlah petinggi militer, termasuk Komandan Komando Selatan dan Komandan Divisi Gaza.

Zamir menyatakan bahwa pasukan 'Israel' kini berada dalam posisi siaga untuk beralih dari fase bertahan ke fase menyerang di dalam Jalur Gaza. Ia menekankan bahwa militer akan menindak tegas setiap pelanggaran dan bekerja untuk melumpuhkan kemampuan tempur faksi perlawanan Palestina.

Zamir mengeklaim bahwa militer 'Israel' telah mencapai keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menyebut seluruh batalion garis depan Hamas telah dihancurkan. Saat ini, fokus operasi militer adalah memperdalam pembersihan wilayah, dengan perhatian khusus pada penghancuran infrastruktur bawah tanah atau terowongan.

"Tentara 'Israel' kini dikerahkan di sepanjang garis keamanan yang dikenal sebagai 'Garis Kuning' dan memegang kendali penuh atas gerbang-gerbang masuk ke Gaza," ujar Zamir. Ia menambahkan bahwa penghapusan infrastruktur yang dianggap sebagai ancaman dilakukan secara sistematis.

Zamir menjelaskan bahwa semua operasi militer dijalankan sesuai dengan arahan tingkat politik. Ia menegaskan bahwa militer memiliki rencana matang untuk mengambil keputusan ofensif kapan pun dibutuhkan.

"Apa yang berlaku di Gaza juga berlaku di front lainnya. Kami akan terus fokus dan mencabut segala bentuk ancaman dengan tekad dan semangat menyerang," tegasnya.

Pernyataan ini sejalan dengan posisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang pada akhir Januari lalu menyatakan tidak akan mengizinkan proses rekonstruksi Gaza dimulai sebelum wilayah tersebut benar-benar bebas dari senjata dan terowongan.

Berdasarkan rencana perdamaian yang ada, tahap kedua dari kesepakatan gencatan senjata mencakup pelucutan senjata Hamas dan faksi-faksi lainnya, penarikan lebih lanjut pasukan 'Israel' dari Gaza, serta dimulainya upaya rekonstruksi. PBB memperkirakan biaya pembangunan kembali Gaza mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.

Agresi militer yang berlangsung selama dua tahun terakhir ini telah menyebabkan kehancuran masif di Gaza, dengan lebih dari 72.000 warga Palestina gugur, 171.000 luka-luka, dan hancurnya 90% infrastruktur di wilayah tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlinehamasPalestinaGazaperlucutan senjata