Memuat...

Keluarga Sandera 'Israel' Minta Trump Tekan Netanyahu Terima Kesepakatan Gaza

Zarah Amala
Selasa, 30 September 2025 / 9 Rabiulakhir 1447 11:53
Keluarga Sandera 'Israel' Minta Trump Tekan Netanyahu Terima Kesepakatan Gaza
Keluarga tahanan 'Israel' khawatir Netanyahu akan menghalangi kesepakatan pembebasan orang-orang yang mereka cintai (AFP)

GAZA (Arrahmah.id) - Keluarga para sandera 'Israel' di Gaza mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar menekan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu untuk menerima kesepakatan terkait perang Gaza, jika perlu dengan cara memaksa.

Dalam pernyataannya, keluarga sandera menegaskan, “Kami sedang berada dalam pertarungan eksistensial melawan musuh dari dalam negeri yang telah menelantarkan para sandera. Kami tidak akan membiarkan Netanyahu menjual 'Israel' demi Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir. Kami tidak akan membiarkan Netanyahu maupun pemerintahnya mengabaikan sandera.”

Mereka juga mengirim pesan langsung kepada Trump: “Seluruh mata di Timur Tengah kini tertuju kepada Anda. Kami meminta Presiden Trump untuk tidak meninggalkan kami, menghentikan perang, dan membawa pulang semua sandera. Netanyahu menyiksa kami dan terus menghindar dari kesepakatan.”

Sementara itu, Trump pada Senin (29/9/2025) memulai pembicaraan dengan Netanyahu, dengan fokus pada rencana Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Gaza. Menjelang pertemuan, Trump menyatakan dirinya yakin bahwa perdamaian di Gaza akan segera terwujud.

Pekan lalu, dalam forum di sela Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York, Trump menawarkan rencana 21 poin kepada para pemimpin negara Arab dan Islam untuk menghentikan perang yang sudah berlangsung dua tahun di Gaza.

Menurut laporan Washington Post, rencana itu mencakup penghentian segera seluruh operasi militer, pembekuan garis pertempuran pada posisi saat ini, serta pembebasan semua tawanan dalam waktu 48 jam.

Rencana tersebut juga menuntut penghancuran semua persenjataan ofensif milik Hamas, menawarkan amnesti bagi para pejuangnya, serta menjamin jalur aman ke negara lain bagi anggota Hamas yang memilih meninggalkan Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)