MADINAH (Arrahmah.id) — Kesempatan belajar Alquran terbuka lebar bagi jemaah yang singgah di Masjid Nabawi, Madinah.
Di tengah padatnya agenda ibadah seperti salat dan ziarah, pengelola masjid menyediakan program pembelajaran Alquran dan kajian Islam secara gratis bagi jemaah dari berbagai negara.
Dilaporkan Himpuhnews dan dikutip inilah.com, Sabtu (14/2/2026), program tersebut berlangsung rutin sepanjang tahun dan terbuka untuk umum.
Para jemaah dapat mengikuti halaqah yang dipandu langsung oleh para masyaikh di dalam masjid, dengan suasana belajar yang tenang dan kondusif.
Pengurus masjid menyelenggarakan halaqah Alquran lima hari dalam sepekan. Kelas dibuka setelah waktu Subuh, Dhuha, Asar, dan Magrib, sehingga jemaah dapat menyesuaikan dengan jadwal ibadah harian mereka.
Materi yang diajarkan meliputi tajwid, tahsin, hafalan, serta murojaah. Bagi peserta yang ingin memperoleh sanad bacaan Alquran, tersedia pula program ijazah.
Program Mutoon Perkuat Ilmu Dasar Islam
Selain halaqah Alquran, pengelola juga menyediakan program Mutoon. Program ini membimbing peserta dalam menghafal adzkar, hadis, serta matan kitab dasar yang membahas fikih, akidah, dan adab.
Program Mutoon banyak diminati penuntut ilmu yang ingin memperkuat fondasi syariat Islam selama berada di Madinah.
Seluruh kelas tidak dipungut biaya. Siapa pun dapat mengikuti program ini selama memenuhi syarat pendaftaran yang ditetapkan pengelola masjid.
Jemaah dari berbagai latar belakang dan kewarganegaraan duduk bersama dalam satu halaqah, menciptakan suasana belajar yang inklusif dan lintas budaya.
Cara Pendaftaran
Melansir Saudinews 50, jemaah yang ingin mendaftar diminta menyiapkan nomor visa, nomor ponsel, serta salinan paspor.
Loket pendaftaran untuk jamaah laki-laki berada di sisi kiri Gate 22 di lantai paling atas. Sementara jamaah perempuan dapat masuk melalui Gate 25 dan menuju loket khusus muslimah.
Setelah registrasi, petugas akan mengarahkan peserta ke halaqah dan mudarris sesuai kemampuan masing-masing, baik untuk kelas hafalan, tajwid, maupun Mutoon.
Bagi jemaah yang tidak sempat datang langsung, pendaftaran juga dapat dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang disediakan pengelola. Sistem ini melayani kelas tatap muka maupun daring.
Banyak jemaah datang dan pergi dari Madinah tanpa menyadari adanya kesempatan menuntut ilmu di Masjid Nabawi.
Padahal, belajar Alquran dan ilmu syariat di masjid yang menjadi pusat dakwah Rasulullah SAW ini menawarkan pengalaman spiritual yang berbeda.
Lingkungan yang mendukung ibadah serta pertemuan dengan penuntut ilmu dari berbagai negara kerap menjadi motivasi tambahan untuk lebih istiqamah dalam belajar, meski hanya dalam waktu singkat selama singgah di Madinah.
(ameera/arrahmah.id)
