Memuat...

Serangan Pemukim Menggila di Tepi Barat, 54 Warga Luka-Luka, Keluarga di Al-Aghwar Mulai Mengungsi

Zarah Amala
Sabtu, 14 Februari 2026 / 27 Syakban 1447 10:29
Serangan Pemukim Menggila di Tepi Barat, 54 Warga Luka-Luka, Keluarga di Al-Aghwar Mulai Mengungsi
Pasukan pendudukan 'Israel' menangkap empat warga Palestina setelah menggerebek rumah mereka di Kegubernuran Hebron (Getty Images/Arsip)

TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Serangkaian serangan terorganisir oleh kelompok pemukim 'Israel' yang dilindungi oleh pasukan pendudukan (IDF) melanda berbagai wilayah di Tepi Barat pada Jumat (13/2/2026). Insiden ini mengakibatkan puluhan warga Palestina terluka dan memaksa sejumlah keluarga di Lembah Yordan (Al-Aghwar) utara untuk membongkar tempat tinggal mereka guna menghindari eskalasi kekerasan.

Desa Telfit di selatan Nablus menjadi titik konflik paling berdarah. Koresponden Al Jazeera melaporkan jumlah korban luka melonjak hingga 54 orang akibat serangan langsung pemukim dan tentara 'Israel'. Para pemukim dilaporkan melepaskan tembakan peluru tajam ke arah warga, yang melukai seorang pemuda di bagian paha, sementara puluhan lainnya menderita luka lebam dan sesak napas akibat gas air mata.

Pasukan 'Israel' tidak hanya mengawal para pemukim, tetapi juga dilaporkan menembakkan gas air mata dan peluru ke arah kru media Al Jazeera yang sedang bertugas di lapangan. Selain korban luka, pasukan pendudukan menahan tiga warga Palestina dan merusak sejumlah kendaraan serta rumah warga.

Di wilayah Al-Aghwar Utara, tekanan dari para pemukim mencapai titik nadir yang memaksa tujuh keluarga Palestina di komunitas Al-Mayta untuk mulai membongkar rumah mereka sendiri sebagai persiapan untuk mengungsi.

Mahdi Daraghmeh, Ketua Dewan Desa Al-Malih, mengungkapkan bahwa keputusan pahit ini diambil setelah pemukim membakar tenda-tenda kosong milik keluarga yang telah diusir sebelumnya. "Kekerasan yang terus meningkat tidak menyisakan pilihan lain bagi warga selain pergi demi keselamatan nyawa mereka," ujar Daraghmeh.

Menurut otoritas setempat dan lembaga swadaya masyarakat, k ekerasan di Tepi Barat sepanjang 2025 telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Pada Januari 2026 saja tercatat 1.872 serangan (1.404 oleh militer, 468 oleh pemukim). Serangan terkonsentrasi di Hebron, Ramallah, Nablus, dan Yerusalem. Lebih dari 70 luka tembak dan 8 warga gugur sepanjang 2025.

Selain kekerasan fisik, tentara 'Israel' melakukan penggerebekan rumah di Hebron dan menangkap empat warga, termasuk dua saudara kandung di wilayah selatan kota tersebut.

Pernyataan Hamas

Hamas merilis pernyataan resmi yang menyebut serangan di Telfit sebagai bagian dari "kebijakan pembersihan etnis" yang sistematis di bawah pemerintahan Benjamin Netanyahu. Mereka menuding pemerintah 'Israel' sengaja mempersenjatai para pemukim untuk memfasilitasi aneksasi lahan secara ilegal.

Hamas juga mendesak PBB, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil langkah konkret guna menghentikan proyek yahudisasi dan pengungsian paksa yang kian masif.

Sejak pecahnya agresi di Gaza pada Oktober 2023, situasi di Tepi Barat terus memburuk dengan catatan sedikitnya 1.112 warga Palestina tewas, 11.500 terluka, dan lebih dari 21.000 orang ditangkap oleh otoritas 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlineIsraelPalestinatepi baratserangan pemukim