Memuat...

Keturunan Pembuat Kiswah di Mesir Lanjutkan Usaha Leluhurnya

Hanoum
Jumat, 8 Juli 2022 / 9 Zulhijah 1443 04:53
Keturunan Pembuat Kiswah di Mesir Lanjutkan Usaha Leluhurnya
Penyulam Mesir Ahmed Othman el-Kassabgy menjahit dengan benang emas sebuah ayat dari Al-Qur'an ke replika kiswah yang dijual sebagai suvenir bagi wisatawan yang berkunjung ke Kairo, Mesir, pada 15 Juni 2022. [Foto : Daily Sabah/AFP]

KAIRO (Arrahmah.id) -- Keturunan pembuat kain Kiswah untuk penutupan Kakbah di Mesir tetap melanjutkan usaha kakeknya.

Dia menenun ayat-ayat Al-Quran menggunakan benang emas di atas kain hitam, satu abad setelah karya kakeknya menghiasi Kakbah di Masjidil Haram Mekkah, Arab Saudi.

Dilansir AFP (6/7/2022), dulu, keluarga Usman dimuliakan karena memiliki keahlian dalam memproduksi kain Kiswah.

Karya keluarganya ini kemudian dikirim dengan karavan unta ke Tanah Suci di Arab Saudi.

Kakek Usman, Othman Abdelhamid, menjadi orang terakhir yang mengawasi Kiswah buatan Mesir pada tahun 1926.

Mulai tahun 1927, manufaktur mulai pindah ke Mekkah di Kerajaan Arab Saudi, yang sepenuhnya mengambil alih produksi Kiswah pada 1962

Keluarga melanjutkan untuk menyulam tanda militer untuk pejabat Mesir dan asing, termasuk mantan presiden Gamal Abdel Nasser dan Anwar Sadat.

“Selain pekerjaan kami dengan sulaman pangkat militer, ayah saya mulai menyulam ayat-ayat Al-Quran di permadani, kemudian mereproduksi seluruh bagian kiswah," ujarnya.

Sekarang, Usmaan menjaga tradisi itu tetap hidup di sebuah bengkel kecilnya di pasar Al-Khalili di pusat Kairo yang terkenal sebagai rumah bagi kerajinan tradisional Mesir. (hanoum/arrahmah.id)