NEW YORK (Arrahmah.id) -- Sebuah foto yang menunjukkan kain kiswah Ka’bah—penutup suci Ka’bah di Mekkah—diduga dijadikan karpet di rumah mendiang Jeffrey Epstein kembali memicu kontroversi internasional. Foto tersebut menampilkan Epstein bersama seorang pebisnis Uni Emirat Arab (UEA) berdiri di atas kain yang disebut sebagai bagian dari kiswah, sehingga memancing reaksi keras dan pertanyaan publik mengenai asal-usul serta penggunaan benda sakral tersebut.
Kontroversi ini mencuat setelah laporan media internasional mengulas kembali foto yang beredar luas di dunia maya. Dalam laporan Middle East Eye (9/2/2026), disebutkan bahwa kain tersebut terlihat seperti bagian dari penutup Ka’bah yang biasanya diperlakukan secara sakral dan tidak sembarangan digunakan. Keberadaan kain itu di rumah Epstein memicu perdebatan mengenai bagaimana benda suci tersebut bisa berada di properti pribadinya.
Laporan tersebut menjelaskan bahwa foto tersebut memperlihatkan Epstein dan seorang pengusaha UEA berdiri di atas kain hitam bersulam emas yang menyerupai kiswah. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Arab Saudi mengenai keaslian kain tersebut, namun kemiripannya dengan kiswah asli menjadi sorotan utama publik dan media internasional.
Sejumlah pengamat menilai, jika kain tersebut memang bagian dari kiswah asli, maka penggunaannya sebagai karpet atau dekorasi pribadi dapat dianggap sebagai tindakan tidak pantas secara religius dan kultural. Kiswah sendiri secara tradisional diganti setiap tahun dan bagian lama biasanya disimpan atau didistribusikan secara terbatas kepada institusi tertentu sebagai simbol kehormatan, bukan untuk penggunaan komersial atau pribadi.
Foto yang kembali viral ini memperpanjang daftar kontroversi yang mengelilingi Epstein, seorang finansier yang meninggal pada 2019 saat menghadapi dakwaan perdagangan seks. Jaringan pertemanan internasional Epstein, termasuk tokoh bisnis dan elite global, terus menjadi sorotan media dan publik dalam berbagai investigasi pascakematian dirinya.
Hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang terlibat dalam foto mengenai status kain tersebut maupun bagaimana benda tersebut bisa berada di rumah Epstein. Kontroversi ini menunjukkan bagaimana isu simbol keagamaan dapat memicu perhatian luas, khususnya ketika terkait dengan figur publik kontroversial dan jaringan internasionalnya. (hanoum/arrahmah.id)
