Memuat...

Gunakan Istilah Agen Musta'ribin, Abu Ubaidah Sebut Milisi Proksi 'Israel' Merupakan Target Sah

Zarah Amala
Selasa, 10 Februari 2026 / 23 Syakban 1447 10:03
Gunakan Istilah Agen Musta'ribin, Abu Ubaidah Sebut Milisi Proksi 'Israel' Merupakan Target Sah
Al-Qassam samakan milisi kolaborator dengan IDF. (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Juru bicara militer Brigade Al-Qassam, Abu Ubaidah, meningkatkan eskalasi retorikanya terhadap kelompok milisi lokal yang bekerja sama dengan militer 'Israel' di Jalur Gaza. Dalam serangkaian pernyataan terbaru, Abu Ubaidah memberikan peringatan tajam menyusul gugurnya seorang pejuang Al-Qassam di Rafah akibat tindakan kelompok yang ia sebut sebagai "Agen Musta'ribin".

Direktur Institusi Media Palestina, Ibrahim Al-Madhoun, menilai bahwa pernyataan ini mencerminkan kejelasan sikap yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam mengidentifikasi "musuh dari dalam". Istilah "Musta'ribin" sendiri secara historis merujuk pada unit pasukan khusus 'Israel' yang menyamar dengan pakaian dan bahasa Arab untuk melakukan operasi di jantung wilayah Palestina.

Persamaan Status dengan Tentara Israel

Penggunaan terminologi "Agen Musta'ribin" oleh Al-Qassam dianggap sebagai deklarasi resmi bahwa kelompok milisi kolaborator kini memiliki status hukum militer yang sama dengan tentara 'Israel'. Milisi ini akan diperlakukan dan ditargetkan dengan cara yang sama seperti pasukan pendudukan.

Abu Ubaidah menegaskan bahwa kelompok-kelompok ini tidak akan pernah diterima, baik di lingkungan masyarakat maupun dalam kerangka nasional Palestina. Ia memperingatkan bahwa pendudukan 'Israel' tidak akan mampu melindungi alat-alat mereka, dan nasib buruk bagi para kolaborator ini sudah sangat dekat.

Pernyataan keras ini muncul hanya beberapa hari setelah investigasi eksklusif Al Jazeera menyiarkan bukti visual keterlibatan milisi pendukung 'Israel' dalam pembunuhan pejabat keamanan Gaza, Ahmed Abdul Bari Zamzam ("Abu al-Majd"), di wilayah tengah Gaza bulan lalu.

Saat ini, jaringan milisi bersenjata dilaporkan beroperasi di sepanjang wilayah pemisahan keamanan yang dikenal sebagai "Garis Kuning", zona yang seharusnya terlarang bagi warga Palestina sesuai kesepakatan gencatan senjata namun dapat dilalui secara bebas oleh kelompok-kelompok ini.

Salah satu kelompok yang paling banyak disorot adalah "Pasukan Rakyat" (Popular Forces), yang didirikan oleh Yasser Abu Shabab (telah tewas dan digantikan oleh Ghassan al-Deheini). Meskipun beberapa pemimpin milisi membantah tuduhan kolaborasi, bukti-bukti lapangan menunjukkan pergerakan mereka yang bebas di bawah perlindungan militer 'Israel', termasuk tindakan penindasan terhadap warga sipil yang disebut Abu Ubaidah sebagai perbuatan yang "tidak memiliki harga diri". (zarahamala/arrahmah.id)


HeadlinePalestinaGazamusta'ribinmilisi pro israel