Memuat...

Kloter 4 embarkasi Makassar khusus jamaah haji Papua

A. Z. Muttaqin
Jumat, 19 September 2014 / 25 Zulkaidah 1435 10:36
Kloter 4 embarkasi Makassar khusus jamaah haji Papua
Bupati dan Walikota se-Provinsi Papua Barat dan Jamaah Calon Haji Provinsi Papua Barat saat Acara Pelepasan Jamaah Haji Tahun 1435 H/2014 M Provinsi Papua Barat di Pondok Madinah Makassar (3/9/2014). (Foto:Calvin)

MAKASSAR (Arrahmah.com) - Kelompok terbang (Kloter) 4 embarkasi Makassar merupakan Kloter utuh jamaah calon haii dari Papua Barat. Dikutip dari laman Kantor Wilayah Kemenag Propinsi Papua Barat, tergabung pada Kloter 4 ini jamaah dari Kota Sorong, Kab.Sorong, Kab. Raja Ampat, Kab, Sorong Selatan, Kab. Teluk Bintuni, Kab. Teluk Wondama, Kab. Fak-fak, Kab. Kaimana dan 28 orang Kab. Manokwari. Berangkat menuju Jeddah pada tanggal 5 September 2014 Pukul 17.00 Wita. Dan kembali ke tanah air pada tanggal 14 oktober 2014 pukul 14.15 Wita.

Sedang Kloter 5 (Kloter gabungan) yaitu gabungan antara Papua Barat yang terdiri dari Kab Manokwari 119 orang dan Provinsi Sulsel Kab.Gowa sebanyak 331 orang, berangkat menuju Jeddah Saudi Arabia pada tanggal 7 September 2014 pukul 06.15Wita dan kembali ketanah air pada tanggal 16 Oktober 2014 pukul 03.30 Wita

Sementara sumber Antara menyebut jumlah jemaah calon haji Kota Jayapura yang tergabung dalam kloter 4 sebanyak 277 orang. Mereka masuk ke Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12 September 2013.

Gubernur Provinsi Papua Barat yang diwakili Asisten I Pemerintah Prov. Papua Barat Drs. H. Musa Kamudi, M.Si melepas secara resmi keberangkatan jamaah calon haji Provinsi Papua Barat tahun 1435H/2014M melalui embarkasi Makassar, Rabu (3/9/2014).

Dia berpesan, panggilan menunaikan ibadah haji adalah kewajiban yang harus dilaksnaakan oleh umat Islam yang mampu baik secara fisik, jasmani, mental rohaniah dan ekonomi material. Gubernur, dalam sambutannya menyampaikan agar jema'ah calon haji untuk melaksanakan ibadah haji dengan bersungguh-sungguh, menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, keutuhan rombongan, dan menumbuhkan rasa kekeluargaan yang tinggi dengan sikap yang ramah, gembira, sopan dan ringan tangan untuk saling membantu yang lanjut usia, sakit dan yang membutuhkan pertolongan baik masalah ibadah maupun keperluan keseharian diantara sesama jamaah haji, baik dari Papua Barat khususnya dan Indonesia maupun jamaah haji dari negara lain pada umumnya. (azm/arrahmah.com)