Memuat...

KPAI Desak Proses Hukum Kasus Perundungan Siswa SMPN 19 Tangsel yang Meninggal

Ameera
Ahad, 16 November 2025 / 26 Jumadilawal 1447 21:08
KPAI Desak Proses Hukum Kasus Perundungan Siswa SMPN 19 Tangsel yang Meninggal
KPAI Desak Proses Hukum Kasus Perundungan Siswa SMPN 19 Tangsel yang Meninggal

JAKARTA (Arrahmah.id) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta proses hukum terkait dugaan perundungan terhadap Muhammad Hisyam (13), siswa SMPN 19 Tangerang Selatan, ditegakkan hingga tuntas.

Hisyam mengembuskan napas terakhir setelah seminggu menjalani perawatan intensif di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, menegaskan bahwa kejelasan penyebab kematian korban adalah hak yang harus dipenuhi.

Ia juga menekankan pentingnya menghindari stigma negatif terhadap anak yang menjadi korban kekerasan.

"Kami berharap proses hukum berjalan, agar hak anak yang meninggal dunia mendapat kejelasan penyebab kematian dan tidak mendapatkan stigma negatif. Proses hukum tetap harus ditegakkan,” ujar Diyah Puspitarini, Ahad (16/11/2025).

Diyah menyampaikan bahwa KPAI telah meminta kepolisian mengusut kasus ini secara menyeluruh, mengingat perkara tersebut melibatkan anak yang berhadapan dengan hukum.

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang lebih berwenang," katanya.

KPAI juga menyampaikan duka mendalam atas kepergian Muhammad Hisyam.

“Kami turut prihatin dengan kejadian ini. Semoga ananda husnul khatimah,” ucap Diyah.

Sementara itu, kakak sepupu korban, Rizky Fauzi, mengonfirmasi rencana pemulangan jenazah ke rumah duka di Ciater, Tangerang Selatan.

“Akan kami bawa ke rumah duka di Ciater Tangsel, dan akan dimakamkan hari ini juga,” ujarnya.

Kuasa hukum keluarga korban, Alvian, turut membenarkan kabar duka tersebut. Menurutnya, keluarga menerima informasi meninggalnya Hisyam pada Minggu pagi.

“Sekitar pukul enam pagi keluarga di rumah mendapat kabar dari paman korban yang mendampingi di rumah sakit, bahwa korban telah tutup usia. Keluarga sedang menuju rumah sakit,” jelas Alvian.

Pihak keluarga memohon doa dari masyarakat agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan.

(ameera/arrahmah.id)