ISLAMABAD (Arrahmah.id) - Menyusul serangan oleh gerakan pembebasan Baloch di Balochistan, sebuah ledakan terjadi pada Jumat (6/2/2026) di sebuah Masjid di ibu kota Pakistan, Islamabad, menyebabkan sekitar 200 orang terluka.
Menurut sumber, ledakan terjadi saat salat Jumat di Masjid “Khadija-tul-Kubra” di daerah Tarlai, Islamabad. Hingga saat laporan ini diterbitkan, 31 orang telah meninggal dan 170 lainnya terluka, lansir Tolo News (7/2).
Media Pakistan melaporkan bahwa setelah kejadian tersebut, keadaan darurat diumumkan di rumah sakit Islamabad, dan karena tekanan pada fasilitas medis ibu kota, beberapa korban luka dipindahkan ke rumah sakit di bagian lain Islamabad dan ke kota Rawalpindi.
Berdasarkan informasi yang tersedia, ledakan terjadi di sebuah masjid yang dihadiri oleh penganut Syiah.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.
Selain itu, beberapa kedutaan besar di Pakistan, termasuk kedutaan Amerika Serikat dan Inggris, telah mengutuk insiden tersebut.
Kementerian Luar Negeri Imarah Islam Afghanistan (IIA) juga mengutuk insiden tersebut sore ini dalam sebuah pernyataan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.
Juru bicara kementerian, Abdul Qahar Balkhi, menulis di X: “IIA menganggap serangan semacam itu, yang melanggar kesucian ritual suci dan masjid serta menargetkan jamaah dan warga sipil, bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan, mengutuk keras serangan tersebut, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban, dan mendoakan kesembuhan yang cepat bagi yang terluka.”
Ini bukan satu-satunya serangan di Pakistan di hari tersebut, sebelumnya pagi hari, militan bersenjata juga menyerang pekerja kampanye vaksinasi polio di Balochistan, menewaskan seorang petugas vaksinasi. (haninmazaya/arrahmah.id)
