ISLAMABAD (Arrahmah.id) -- Kelompok militan Islamic State Khurasan Provience (ISKP) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di sebuah kuil Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan setidaknya 31 orang dan melukai puluhan lainnya saat ibadah Jumat.
Menurut laporan, seperti dilansir NDTV (6/2/2026), ledakan di Kuil Khadija Tul Kubra yang berada di pinggiran ibu kota Islamabad tersebut, menjadikannya sebagai salah satu serangan terburuk di Islamabad dalam lebih dari satu dekade.
Media Pakistan melaporkan bahwa pelaku bom bunuh diri sempat menembakkan senjata sebelum meledakkan rompi peledaknya di area Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra, menunjukkan bahwa serangan itu direncanakan dengan tujuan memaksimalkan korban di antara warga Syiah yang tengah beribadah.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan sektarian di Pakistan, di mana kelompok seperti ISKP pernah menargetkan komunitas Syiah sebagai bagian dari kampanye mereka yang lebih luas untuk menimbulkan ketegangan antar-golongan.
Pemerintah Pakistan telah mengutuk serangan itu dan meluncurkan penyelidikan untuk menemukan dalang serta jaringan yang terlibat.
Reaksi internasional pun muncul; dunia mengecam keras aksi teror tersebut dan menyerukan tindakan konkrit untuk mencegah insiden serupa di masa depan, sambil menekankan perlunya kerja sama regional dalam menghadapi ancaman ekstremisme yang terus berlanjut. (hanoum/arrahmah.id)
