ISLAMABAD (Arrahmah.id) - Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan dalam laporan bersama bahwa dari tanggal 1 Januari hingga 31 Januari 2026, total 7.015 warga negara Afghanistan ditangkap di Pakistan.
Menurut laporan tersebut, jumlah penangkapan tertinggi tercatat di Balochistan, dengan 3.713 kasus.
Nazar Nazari, seorang aktivis hak-hak migran, mengatakan: “Konsentrasi penangkapan di daerah-daerah seperti Balochistan dan Islamabad bukan hanya tindakan administratif; melainkan telah menciptakan suasana ketakutan. Bahkan migran yang memiliki dokumen pun menghindari ruang publik ketika mereka melihat polisi melakukan penangkapan di rumah-rumah dan di jalanan.”
Sementara itu, sejumlah migran Afghanistan yang tinggal di Pakistan telah menyatakan keprihatinan atas berlanjutnya perlakuan buruk, penangkapan, dan deportasi paksa, serta menyerukan waktu lebih lama untuk memungkinkan kepulangan sukarela, lansir Tolo News (7/2/2026).
Shirali Miakhil, seorang migran Afghanistan di Pakistan, mengatakan: “Kami, warga Afghanistan, meminta pemerintah Pakistan untuk memberikan batas waktu bagi warga Afghanistan yang masih tinggal hingga Idul Fitri.”
Allah Mir Miakhil, seorang aktivis hak-hak migran di Pakistan, mengatakan: “Kami mendesak pemerintah Pakistan, dalam semangat bertetangga baik, untuk tidak mengambil langkah serius untuk mendeportasi migran Afghanistan yang masih berada di negara ini.”
Sebelumnya, Kementerian Pengungsi dan Repatriasi mengumumkan pembebasan lebih dari 100 migran Afghanistan dari penjara Pakistan, menambahkan bahwa minggu lalu, 153 migran Afghanistan yang ditahan di Pakistan telah dibebaskan dan kembali ke Afghanistan setelah pembebasan mereka. (haninmazaya/arrahmah.id)
