KABUL (Arrahmah.id) - Dalam sebuah wawancara dengan Tolo News, Juru Bicara Imarah Islam Afghanistan, Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa alasan negara-negara Barat belum mengakui Imarah Islam Afghanistan adalah karena mereka belum meninggalkan kebijakan berbasis perang mereka terhadap Afghanistan.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Barat telah menghabiskan dua puluh tahun berkampanye melawan Imarah Islam, dan oleh karena itu dibutuhkan waktu untuk keterlibatan normal.
Mujahid mengatakan: “Mereka melakukan propaganda terhadap kami selama dua puluh tahun dan menciptakan pola pikir negatif. Sekarang, untuk mengimbangi tindakan mereka dan melakukan perubahan 180 derajat menuju interaksi normal, mereka membutuhkan waktu.”
Di sisi lain, Mujahid mengatakan mengenai ketegangan baru-baru ini antara Afghanistan dan Pakistan bahwa Imarah Islam tidak memiliki masalah dengan pemerintah Pakistan dan bersikeras untuk menyelesaikan ketegangan melalui dialog, lansir Tolo News (1/1/2026).
“Kami tidak memiliki masalah dengan Pakistan. Mereka memiliki masalah, dan kami menyerukan agar masalah-masalah ini diselesaikan melalui dialog. Masalah ini bukan untuk kepentingan negara mana pun.”
Mengenai tata kelola pemerintahan di Afghanistan, juru bicara tersebut mengatakan bahwa Imarah Islam menjamin perlindungan rakyat baik di dunia maupun di akhirat.
“Tanggung jawab pemerintahan adalah untuk mengupayakan reformasi rakyat dengan cara yang menjamin kesejahteraan mereka di dunia dan di akhirat. Pemerintah bertanggung jawab untuk melindungi rakyat baik di dunia maupun dari jalan yang akan membahayakan akhirat mereka.”
Mujahid juga menyatakan harapan bahwa tantangan di berbagai bidang akan teratasi di tahun mendatang. (haninmazaya/arrahmah.id)
