JENIN (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan ‘Israel’ telah menahan sedikitnya 25 warga Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki dan menghancurkan sebuah masjid di kamp pengungsi Jenin pada hari kedelapan operasi ofensifnya yang dijuluki Operasi Tembok Besi.
Mantan tahanan termasuk di antara mereka yang diculik dalam penggerebekan yang menargetkan Yerusalem Timur, Hebron (Al-Khalil), Betlehem, Nablus, Tulkarem, dan Ramallah, kata Komisi Urusan Tahanan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (28/1/2025), kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan.
Penangkapan baru tersebut menambah jumlah warga Palestina yang ditahan oleh tentara ‘Israel’ di Tepi Barat sejak Oktober 2023 menjadi lebih dari 14.300, termasuk mereka yang dibebaskan setelah ditangkap, menurut angka Palestina yang dikutip oleh kantor berita Anadolu.
Angka tersebut tidak termasuk mereka yang ditangkap dari Jalur Gaza yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan.
Enam Belas Tewas
Di kamp pengungsi Jenin, tentara ‘Israel’ menghancurkan Masjid Hamza sebagai bagian dari serangan besar-besaran ke daerah tersebut.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama mengutuk pembongkaran masjid tersebut dengan mengatakan tindakan itu merupakan serangan terang-terangan terhadap kesucian Islam dan pelanggaran nyata terhadap semua hukum dan perjanjian internasional yang menjamin perlindungan tempat ibadah, demikian laporan WAFA.
Enam belas warga Palestina telah tewas, termasuk seorang anak berusia dua tahun, dan puluhan lainnya terluka sejak operasi tersebut diluncurkan Selasa lalu (21/1). Ribuan orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka karena tentara ‘Israel’ menghancurkan sedikitnya 100 rumah di kamp tersebut.
Anak Terluka
Pada Senin (27/1), pasukan pendudukan memberi tahu keluarga Nidal Al-Amer, seorang pemuda yang dibunuh tentang pembongkaran rumah mereka di kamp Jenin, yang terdiri dari beberapa lantai, lapor WAFA. Tentara saat ini juga berupaya membagi kamp menjadi empat bagian, dengan menghancurkan jalan-jalan, meledakkan rumah-rumah, dan membakarnya.
Pasukan pendudukan ‘Israel’ telah mundur dari pinggiran barat kamp Jenin, lalu dikerahkan kembali beberapa waktu kemudian, mencegah penduduk memeriksa rumah mereka, dan menahan sekelompok dari mereka, lapor WAFA.
Seorang anak terluka oleh peluru tentara ‘Israel’ di sekitar Bundaran Bioskop, di tengah konfrontasi yang penuh kekerasan, tambah laporan itu.
Pasukan ‘Israel’ juga menahan beberapa warga di kamp Jenin dan beberapa lingkungan kota.
Tentara pendudukan terus mengirim bala bantuan militer yang didukung oleh buldoser ke kota Jenin, dengan kendaraan militer ditempatkan di depan Rumah Sakit Pemerintah Jenin, sementara pesawat tempur dan pesawat tak berawak terbang di atasnya.
Serangan Tulkarem
Pada Selasa sore (28/1), tentara ‘Israel’ memaksa keluarga Palestina untuk mengungsi dari rumah mereka di beberapa lingkungan di kamp Tulkarem, lapor WAFA.
Para saksi mata menuturkan kepada WAFA bahwa pasukan pendudukan mengerahkan sejumlah besar pasukan infanteri ke dalam kawasan kamp, yang menyerbu rumah-rumah dan memaksa penghuninya meninggalkannya dengan todongan senjata dan tidak kembali.
Puluhan orang lanjut usia, wanita, anak-anak, dan penyandang disabilitas terlihat meninggalkan kamp melalui berbagai pintu masuk, sambil membawa sejumlah barang bawaan mereka.
Beberapa asosiasi, pusat dan masjid di kota, pinggiran kota dan desa-desa, serta sejumlah penduduk, mengatakan mereka akan siap menerima para pengungsi dari kamp dan mereka yang terdampar, lansir WAFA.
Jurnalis Menjadi Sasaran
Pasukan pendudukan juga terus melakukan pengepungan ketat terhadap Rumah Sakit Pemerintah Syuhada Thabet Thabet dan Rumah Sakit Khusus Israa, sehingga menghalangi kerja ambulans dan petugas medis.
Tentara ‘Israel’ juga mengejar wartawan yang meliput agresi ‘Israel’ terhadap kota dan kampnya, dan menembaki mereka dengan bom suara, khususnya di jalan Rumah Sakit Pemerintah Syuhada Thabet Thabet, pintu masuk kamp, dan dekat Bioskop Al-Fareed di lingkungan barat kota, demikian laporan WAFA. (zarahamala/arrahmah.id)
