Memuat...

Pemukim 'Israel' Serbu Al-Aqsha, 54 Warga Palestina Ditangkap dalam Penggerebekan di Tepi Barat

Zarah Amala
Selasa, 6 Januari 2026 / 17 Rajab 1447 10:15
Pemukim 'Israel' Serbu Al-Aqsha, 54 Warga Palestina Ditangkap dalam Penggerebekan di Tepi Barat
Para pemukim Yahudi 'Israel' ilegal menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa. (Foto: via WAFA)

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Pemukim Yahudi 'Israel' ilegal pada Senin (5/1/2026) menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem dengan perlindungan pasukan pendudukan 'Israel', sementara 54 warga Palestina ditangkap dalam operasi penggerebekan luas di Tepi Barat yang diduduki.

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina menyatakan bahwa pemukim ilegal telah menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha sebanyak 27 kali sepanjang Desember, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera Arabic. Dalam periode yang sama, pasukan pendudukan 'Israel' juga melarang azan dikumandangkan sebanyak 53 kali di Masjid Ibrahimi (Makam Para Leluhur) di Hebron.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa tindakan ini terjadi di tengah kekhawatiran meningkatnya upaya 'Israel' untuk menjuda-kan Yerusalem Timur yang diduduki, termasuk Masjid Al-Aqsha, serta menghapus identitas Arab dan Islam kota tersebut.

Jurnalis Termasuk yang Ditangkap

Pada Senin dini hari (5/1), pasukan pendudukan 'Israel' menangkap 54 warga Palestina, termasuk seorang anak dan seorang jurnalis, dalam penggerebekan di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Jurnalis Inas Ikhlawi ditangkap setelah rumahnya digerebek pasukan 'Israel', menurut laporan Quds News Network (QNN). Saudaranya, Raafat Ikhlawi, mengatakan bahwa tentara mendobrak pintu rumah keluarga mereka, menyeret Inas secara brutal tanpa penutup kepala maupun pakaian hangat. Setelah keluarga memohon, tentara mengizinkan mereka memberikan sebuah mantel kepadanya. Hingga kini, keberadaan dan alasan penangkapannya belum diketahui.

Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa pasukan 'Israel' juga menggerebek kota Beitunia di distrik Ramallah, disertai penggeledahan besar-besaran dan perusakan isi rumah warga, dengan pengerahan pasukan dalam jumlah besar.

Pada saat yang sama, pemukim ilegal menyerang sebuah pemakaman Muslim di Kota Tua Yerusalem dan merusak sejumlah batu nisan, menurut kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Sejumlah pelajar Palestina di al-Khader, selatan Bethlehem, mengalami sesak napas akibat gas air mata setelah pasukan 'Israel' menyerbu wilayah tersebut dan menyerang siswa yang baru pulang sekolah.

Di Silwan, selatan Masjid Al-Aqsa, pemukim ilegal menyita sebuah rumah milik keluarga Basbous di kawasan Batn al-Hawa. Rumah yang terdiri dari dua apartemen itu dihuni oleh 13 warga Palestina.

Kekerasan Pemukim dan Perampasan Lahan

Menurut Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman, teror pemukim telah menyebabkan pengusiran 13 komunitas Badui Palestina sejak awal 2025, dengan total 23.827 serangan pemukim tercatat dalam periode yang sama.

'Israel' disebut telah menguasai lebih dari 90 persen wilayah Lembah Yordan Palestina dan mengendalikan sekitar 70 persen Area C, serta 41 persen dari total wilayah Tepi Barat.

Di Bruqin, barat Salfit, pemukim ilegal mencuri 10 ekor domba dan menutup jalan pertanian dengan gundukan tanah. Sementara di Masafer Yatta, selatan Hebron, lebih dari 150 pohon zaitun dicabut oleh pemukim, menurut laporan WAFA.

Sejak dimulainya agresi 'Israel' di Gaza pada Oktober 2023, pasukan pendudukan Israel dan pemukim ilegal di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, telah menewaskan sedikitnya 1.105 warga Palestina, melukai sekitar 11.000 orang, dan menangkap lebih dari 21.000 lainnya, menurut Al Jazeera Arabic. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlineIsraelPalestinaseranganpemukim ilegalmasjidil Aqsha