CILEGON (Arrahmah.id) — Utang akibat kerugian dalam perdagangan aset kripto disebut menjadi motif utama pelaku pembunuhan terhadap anak politikus PKS di Cilegon.
Pelaku mengaku nekat melakukan tindak kekerasan karena desakan ekonomi dan kebutuhan melunasi utang.
Direktur Reskrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan mengungkapkan, pelaku mengaku mengalami kerugian besar saat berinvestasi di aset kripto hingga terlilit utang. Kondisi tersebut mendorongnya mencari cara cepat mendapatkan uang.
“Pelaku melakukan perbuatannya dengan tujuan mendapatkan uang untuk melunasi utang, karena mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto,” ujar Dian Setyawan di Kota Cilegon, Senin (6/1/2025).
Korban diketahui bernama Muhamad Axle Harman Miller (MAHM), seorang laki-laki yang merupakan anak dari salah satu politikus PKS di Cilegon.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan Bukit Baja Sejahtera III pada Selasa (16/12/2025) sore. Korban mengalami luka tusukan di beberapa bagian tubuh, termasuk paha, dada, dan leher.
Pelaku berinisial HA (31) awalnya berniat melakukan pencurian di rumah yang diyakininya sedang kosong.
Ia terlebih dahulu memastikan kondisi rumah sepi dengan membunyikan bel, namun tak mendapat respons.
Setelah itu, pelaku memanjat pagar dan masuk dengan cara mencongkel jendela.
Namun, rencana pencurian berubah menjadi tragedi ketika pelaku dipergoki korban. Dalam kondisi panik, pelaku kemudian membekap dan menusuk korban menggunakan pisau yang sudah dibawanya.
“Karena panik, pelaku membekap dan menusuk korban menggunakan pisau yang telah dibawanya,” jelas Dian.
Kasus ini menambah deretan tindak kriminal bermotif ekonomi yang dipicu tekanan finansial, termasuk akibat spekulasi investasi berisiko tinggi seperti aset kripto.
Polisi menegaskan proses hukum terhadap pelaku akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
(ameera/arrahmah.id)
