Memuat...

Imarah Islam Menyerukan Persatuan Nasional pada Acara Transisi Kepemimpinan Bamiyan

Hanin Mazaya
Rabu, 7 Januari 2026 / 18 Rajab 1447 17:12
Imarah Islam Menyerukan Persatuan Nasional pada Acara Transisi Kepemimpinan Bamiyan
(Foto: Tolo News)

BAMIYAN (Arrahmah.id) - Beberapa pejabat Imarah Islam menekankan persatuan dan solidaritas selama upacara yang diadakan pada Selasa (6/1/2026) untuk memperkenalkan gubernur baru Bamiyan. Mereka juga menyerukan kepada mantan pejabat pemerintah untuk kembali ke negara itu.

Para peserta acara tersebut menekankan bahwa musuh negara tetap aktif dan masih berupaya melakukan kegiatan destruktif.

Noorullah Ansar, Direktur Jenderal Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran, mengatakan: "Selama tidak ada rasa saling percaya dan keyakinan, fondasi persatuan tidak akan kokoh. Musuh masih waspada, belum menghilang, dan terus mengeksploitasi perpecahan dan celah."

Ansar lebih lanjut menyatakan bahwa mantan pejabat pemerintah tinggal di dalam negeri dengan aman dan tanpa perlakuan diskriminatif. Ia juga mendesak para politisi Afghanistan yang tinggal di luar negeri dan mantan pejabat republik sebelumnya untuk kembali ke tanah air, lansir Tolo News (7/1).

Direktur Jenderal menambahkan: "Selama republik, betapapun terkemukanya Anda, Anda tetap tidak berada pada level yang sama dengan Karzai dan Dr. Abdullah. Namun hari ini, mereka bergerak bebas di masyarakat. Ketika ibu Dr. Abdullah meninggal dunia, menteri luar negeri dan perwakilan kementerian dalam negeri menghadiri pemakaman. Demikian pula, ketika Khalil-ur-Rahman Haqqani gugur sebagai martir oleh Khawarij, Karzai menghadiri pemakamannya. Anda pun harus kembali. Datanglah dan hiduplah di antara kami, dan bersama-sama mari kita membangun kembali negara ini."

Sementara itu, gubernur Bamiyan yang baru dilantik berjanji untuk melayani rakyat dengan penuh dedikasi dan menyerukan kepada warga untuk mendukungnya dalam misi ini.

Gul Haidar Shafaq, Gubernur Bamiyan, mengatakan: "Kami akan melayani rakyat Bamiyan yang mulia dan akan mengabdi pada sistem dan tanah air kami. Tetapi kami tidak dapat melayani sendirian; Anda harus mendukung kami dan mengulurkan tangan kerja sama."

Abdullah Sarhadi, mantan gubernur Bamiyan, menyatakan: "Ini adalah pengabdian Anda untuk mendukung Imarah Islam dan bekerja sama dengannya. Keamanan yang terjalin di Bamiyan adalah hasil kolaborasi antara para tetua, pemuda, petani, dan pengemudi. Pemerintah sendiri tidak dapat menjamin keamanan."

Pada saat yang sama, sejumlah warga Bamiyan mendesak pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang adil kepada masyarakat dan mengatasi masalah mereka tepat waktu. (haninmazaya/arrahmah.id)

Imarah Islam Afghanistanbamiyan