ROMA (Arrahmah.id) - Kepolisian Italia dilaporkan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap sembilan orang atas dugaan mendukung Hamas, meskipun para tersangka menegaskan bahwa mereka hanya memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang dilanda perang.
Dana tersebut dikumpulkan sebagai bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza di tengah genosida 'Israel'. Namun, dalam pernyataan pekan lalu, polisi mengklaim bahwa dana itu disalurkan kepada Hamas melalui “sistem penggalangan dana yang kompleks”.
Polisi menuduh para tersangka “secara khusus terlibat dalam operasi pendanaan yang diyakini berkontribusi pada aktivitas terorisme”.
Penyelidik mengungkap adanya sistem penggalangan dana yang “rumit”, yang berpusat di Genoa dengan cabang di Milan.
“Para tersangka mengumpulkan donasi yang ditujukan untuk penduduk sipil Gaza, namun terungkap bahwa lebih dari 71 persen dana tersebut dialihkan ke kas Hamas untuk membiayai sayap militernya serta mendukung keluarga pelaku bom bunuh diri atau mereka yang ditahan atas tuduhan terorisme,” demikian pernyataan kepolisian.
Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Piantedosi mengatakan bahwa tokoh paling dikenal di antara mereka yang ditangkap adalah Mohammad Hannoun, presiden Asosiasi Palestina di Italia.
Hannoun membantah memiliki hubungan dengan Hamas. “Saya sama sekali tidak memiliki hubungan, baik dekat maupun jauh, dengan Hamas,” ujarnya kepada wartawan.
Hannoun menyatakan bahwa ia selalu secara terbuka menyampaikan bahwa dirinya adalah warga Palestina dan secara publik mendukung perlawanan sah rakyat Palestina.
Hannoun, yang lahir pada 1962 di Yordania dan telah lama menetap di Genoa, berprofesi sebagai arsitek dan dikenal di Italia sebagai aktivis politik dan sosial yang membela perjuangan Palestina.
“Saya hanyalah seorang Palestina yang selama puluhan tahun terlibat dalam perjuangan hak-hak rakyat saya. Hamas memperoleh lebih dari 70 persen suara di Gaza dan Tepi Barat, sehingga merupakan perwakilan sah rakyat Palestina. Saya bersimpati kepada Hamas, sebagaimana saya bersimpati kepada setiap faksi yang berjuang demi hak-hak saya,” katanya dalam wawancara terbaru dengan harian Italia Il Fatto Quotidiano.
Dari sembilan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan, tujuh orang berada di Italia, sementara dua lainnya diyakini berada di Turki dan Gaza, kata Kepala Jaksa Genoa, Nicola Piacente.
Pengacara Hannoun, Fabio Sommovigo, mengatakan kepada kantor berita Italia AGI bahwa kasus tersebut didasarkan pada interpretasi otoritas 'Israel' terhadap aliran dana, dan menegaskan bahwa dana dikumpulkan secara damai untuk tujuan kemanusiaan.
Penangkapan ini terjadi di tengah gelombang besar demonstrasi anti-genosida dan pro-Palestina di Italia dalam beberapa bulan terakhir, yang melibatkan ratusan ribu orang di berbagai kota.
Pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Giorgia Meloni juga menuai kritik atas sikapnya yang dinilai pasif terhadap genosida 'Israel' dan blokade di Jalur Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)
