Memuat...

Pertempuran Sengit Pecah di Gaza Utara, Perlawanan Serang Balik Pasukan Pendudukan

Zarah Amala
Sabtu, 14 Juni 2025 / 18 Zulhijah 1446 11:06
Pertempuran Sengit Pecah di Gaza Utara, Perlawanan Serang Balik Pasukan Pendudukan
Tentara pendudukan di Jalur Gaza (tentara 'Israel')

GAZA (Arrahmah.id) - Media dan sumber lokal Palestina melaporkan bahwa perlawanan Palestina tengah terlibat dalam baku tembak sengit dengan pasukan pendudukan 'Israel' di wilayah utara Jalur Gaza, Jumat (13/6). Laporan menyebutkan bahwa sebuah unit 'Israel' berjumlah empat tentara terkena serangan langsung roket anti-tank yang ditembakkan oleh pejuang perlawanan.

Upaya penyelamatan terhadap tentara yang terluka pun gagal setelah tim evakuasi 'Israel' disambut tembakan intens, memaksa mereka mundur di bawah perlindungan udara yang masif.

Sumber juga menyatakan bahwa militer 'Israel' mengirim tambahan pasukan darat dan udara ke poros utara, namun menghadapi perlawanan sengit dari pejuang Hamas, dalam situasi yang digambarkan sebagai pertempuran berat dan terus berlanjut.

Sementara itu, media 'Israel' hanya menyebut adanya “insiden keamanan di utara Gaza”, dan mengonfirmasi bahwa proses evakuasi ke rumah sakit sedang berlangsung.

Namun, militer 'Israel' dihadapkan pada kebuntuan intelijen, gagal mendeteksi secara akurat posisi para pejuang perlawanan. Hal ini dikonfirmasi oleh juru bicara militer 'Israel' sendiri.

Serangan dan Blokade Terus Berlangsung

Di hari yang sama, militer 'Israel' kembali menggempur berbagai area di Jalur Gaza, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di banyak titik. Serangan udara dilaporkan mengenai sekelompok warga di timur Deir al-Balah, serta terhadap kerumunan warga yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di kamp Nuseirat dan kawasan al-Sudaniyya.

Menurut seorang pejabat dari Lembaga Bantuan Medis Gaza kepada Al Jazeera, pusat distribusi bantuan kini telah berubah menjadi “perangkap maut”, dengan korban jiwa terus berjatuhan setiap hari. Ia juga menekankan bahwa bantuan makanan yang diberikan sangat minim dan tidak mencukupi, sementara banyak warga jatuh pingsan di jalanan karena kelaparan. (zarahamala/arrahmah.id)