Memuat...

Puluhan Kolaborator 'Israel' Serahkan Diri ke Hamas Pasca Pembunuhan Pemimpin Abu Syabab

Zarah Amala
Senin, 8 Desember 2025 / 18 Jumadilakhir 1447 10:01
Puluhan Kolaborator 'Israel' Serahkan Diri ke Hamas Pasca Pembunuhan Pemimpin Abu Syabab
Yasser Abu Syabab, seorang penjahat terkenal dan kolaborator 'Israel'. (Foto: via media sosial)

GAZA (Arrahmah.id) - Puluhan anggota bersenjata yang tergabung dalam geng-geng milisi, yang terkenal karena bekerja sama dengan penjajah 'Israel' mulai menyerahkan diri secara sukarela kepada aparat keamanan Hamas di seluruh Jalur Gaza. Perkembangan ini dilaporkan oleh sejumlah sumber Palestina dan dikutip oleh Otoritas Penyiaran 'Israel' kemarin (7/12/2025).

Gelombang penyerahan diri ini dilaporkan meningkat tajam sejak Jumat lalu (5/12), terutama di wilayah Rafah dan Khan Yunis, yang selama ini menjadi pusat operasi faksi-faksi bersenjata paling menonjol yang diketahui menerima dukungan terbuka dari penjajah 'Israel'.

Langkah penyerahan diri secara massal ini terjadi setelah Hamas mengumumkan batas waktu terakhir selama sepuluh hari bagi siapa pun yang berafiliasi dengan milisi-milisi tersebut untuk menyerahkan diri dan melepaskan senjata mereka.

Kementerian Dalam Negeri di Jalur Gaza mengonfirmasi ultimatum tersebut pada Jumat lalu (5/12), menyatakan bahwa mereka akan mempercepat proses penanganan kasus dan meringankan prosedur bagi mereka yang menyerahkan diri, sambil menegaskan bahwa “payung perlindungan yang diberikan penjajah kepada para pengkhianat tidak akan bertahan lama.”

Kementerian itu menekankan bahwa “penjajah 'Israel' gagal memecah belah persatuan dan solidaritas nasional rakyat Palestina,” dan bahwa “geng-geng teror yang dibentuk penjajah untuk mengacaukan arena internal tetap terisolasi, tanpa dukungan rakyat atau sosial, hingga akhirnya menerima nasib mereka.”

Gelombang penyerahan diri ini dipandang luas sebagai akibat langsung dari kematian Yasser Abu Syabab, pimpinan milisi kolaborasionis ‘Popular Forces’, yang tewas oleh “pelaku tak dikenal” pada Rabu lalu (3/12). Kematian tokoh kolaborator utama itu mengguncang para operatif yang didukung 'Israel' .

Peran Abu Syabab sebagai agen langsung penjajah terungkap jelas pada Mei 2025, setelah sayap militer Hamas menargetkan satu unit penyamaran 'Israel' (Musta’aribin) yang tengah beroperasi bersama sekelompok agen yang direkrut oleh geng Abu Syabab. Misinya, menurut para pemimpin dari Persatuan Klan Gaza, adalah “mengungkap terowongan dan memburu para pejuang Perlawanan, tugas yang gagal dicapai oleh penjajah.”

Yang sangat penting, suku Tarabin, suku asalnya, secara terbuka dan tegas melepaskan hubungan dengannya, menyatakan bahwa darahnya telah “menutup lembaran aib” dan bahwa kematiannya adalah “akhir yang tak terelakkan bagi siapa pun yang mengkhianati kaumnya.”

Seorang pemimpin dari Persatuan Klan Gaza menegaskan bahwa geng-geng yang didanai 'Israel' itu “akan lenyap, apa pun upaya 'Israel' untuk menopang mereka.” (zarahamala/arrahmah.id)