GAZA (Arrahmah.id) - Faksi-faksi perlawanan Palestina secara signifikan meningkatkan operasi bersenjata mereka di wilayah Khan Yunis, Jalur Gaza bagian selatan. Serangkaian penyergapan dan bentrokan langsung terhadap pasukan pendudukan 'Israel' serta kendaraan militer mereka dilaporkan telah menimbulkan kerugian besar di pihak musuh.
Operasi-operasi ini, menurut laporan, mengakibatkan sejumlah korban jiwa di kalangan tentara 'Israel' dan penghancuran beberapa tank mereka.
Sayap militer Jihad Islam, Brigade Al-Quds, mengumumkan bahwa mereka berhasil melakukan penyergapan tepat sasaran terhadap pasukan infanteri 'Israel' di bagian timur Khan Yunis.
Dalam pernyataan resminya, Brigade Al-Quds menjelaskan bahwa para pejuangnya telah memasang jebakan di sebuah rumah yang dijadikan tempat berlindung oleh tentara 'Israel'. Mereka menggunakan bahan peledak khusus anti-personel dan anti-benteng.
Mengutip laporan dari Al-Mayadeen, setelah ledakan awal, pasukan bantuan 'Israel' yang datang ke lokasi juga diserang. Pejuang Al-Quds menggunakan senapan mesin dan peluncur granat (RPG), hingga memaksa helikopter 'Israel' turun dengan tembakan dan tabir asap untuk mengevakuasi tentara mereka yang masih hidup.
Tank Merkava Dihancurkan, Bulldozer D9 Diledakkan
Dalam operasi lain di wilayah yang sama, Brigade Al-Quds juga menyatakan berhasil menghancurkan perlengkapan militer 'Israel' lainnya. Sebuah bulldozer militer D9 dihancurkan menggunakan bom tongkat berkekuatan tinggi di kawasan Absan Al-Kabira, timur Khan Yunis.
Selain itu, dalam operasi gabungan dengan Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, sebuah tank Merkava dihancurkan di lokasi yang sama. Menurut laporan Al Jazeera, kendaraan tempur itu meledak setelah dihantam oleh bom sisi jenis “Thaqib”.
Melalui kanal Telegram resminya, Brigade Al-Quds menyebutkan bahwa semua pejuang mereka berhasil kembali dengan selamat dari garis depan setelah menyelesaikan misi tersebut.
Sementara itu, Pasukan Syuhada Omar Al-Qassem, sayap bersenjata dari Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP), juga mengumumkan keterlibatannya. Mereka mengklaim telah meledakkan alat peledak terhadap kendaraan lapis baja 'Israel' di pusat kota Absan Al-Jadida, lima hari sebelumnya.
Serangan Terencana, Perlawanan Terkoordinasi
Seluruh operasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang faksi-faksi perlawanan Palestina untuk menahan invasi darat 'Israel' ke Gaza. Mereka terus mendokumentasikan keberhasilan mereka dalam menyerang pasukan dan kendaraan militer 'Israel' di berbagai poros pertempuran sejak dimulainya agresi darat 'Israel' pada 27 Oktober 2023.
Faksi-faksi perlawanan secara konsisten melancarkan penyergapan yang efektif, menimbulkan korban besar, dan menghancurkan atau merusak ratusan kendaraan tempur 'Israel'.
Tak hanya itu, kelompok-kelompok perlawanan juga terus meluncurkan roket jarak menengah dan jauh ke kota-kota dan permukiman 'Israel' sebagai bagian dari perlawanan yang lebih luas.
Kematian Tentara 'Israel' Terus Bertambah
Menurut laporan Radio Militer 'Israel', sebanyak 30 perwira dan tentara 'Israel' tewas sejak agresi darat dilanjutkan kembali pada 18 Maret. Dari jumlah tersebut, 21 orang tewas akibat alat peledak.
Surat kabar Haaretz juga melaporkan bahwa 20 tentara 'Israel' telah terbunuh hanya dalam bulan ini saja.
Secara keseluruhan, 'Israel' mengakui bahwa 438 tentara telah tewas sejak dimulainya serangan darat ke Gaza. Namun, sumber-sumber perlawanan Palestina menyebut angka sebenarnya jauh lebih tinggi, menuding 'Israel' menerapkan penyensoran media dan pembungkaman informasi untuk mengendalikan opini publik dan menjaga moral tentaranya. (zarahamala/arrahmah.id)
