TEL AVIV (Arrahmah.id) - Iran meluncurkan serangan rudal hebat yang menyasar pusat-pusat vital di wilayah Tel Aviv Raya dan Gurun Negev pada Jumat (3/4/2026) malam. Serangan ini menyebabkan kerusakan luas, kebakaran hebat di instalasi militer, serta pemadaman listrik di beberapa kota besar 'Israel'.
Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa serangan terjadi dalam dua gelombang utama yang terkoordinasi. Gelombang pertama menyasar wilayah Dimona, lokasi yang menaungi reaktor nuklir 'Israel', serta sejumlah pangkalan udara dan fasilitas penelitian militer. Serangan ini juga menjangkau permukiman di Tepi Barat dan menghantam Bandara Ben Gurion yang saat ini masih ditutup.
Gelombang kedua diluncurkan 30 menit kemudian dengan menggunakan rudal klaster (bom curah). Amunisi dari rudal ini dilaporkan jatuh di 17 titik di wilayah pusat, termasuk kota Bnei Brak dan Petah Tikva.
Kerusakan signifikan dilaporkan terjadi di beberapa titik strategis. Media 'Israel' melaporkan bahwa rudal Iran berhasil menghantam kompleks industri milik Kementerian Pertahanan 'Israel' di Beer Sheva. Sebanyak 10 tim pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang berkobar di zona industri tersebut.
Sebuah bangunan di kota Rosh Ha'ayin mengalami kebakaran besar yang mengakibatkan putusnya aliran listrik di wilayah yang luas. Sementara itu, sebuah rumah di Ramat Gan dilaporkan terkena hantaman langsung.
Layanan darurat melaporkan setidaknya satu orang terluka di Bnei Brak akibat serpihan rudal.
Bersamaan dengan serangan dari Teheran, kelompok Hizbullah dari Lebanon juga mengintensifkan serangan ke wilayah utara. Roket-roket mereka dilaporkan mencapai kota Ashkelon, yang berjarak sekitar 200 kilometer dari perbatasan Lebanon, menunjukkan peningkatan jangkauan serangan yang signifikan.
Pemerintah 'Israel' kini melakukan penyisiran intensif di wilayah Tel Aviv timur untuk membersihkan sisa-sisa amunisi dari rudal klaster yang belum meledak. Serangan ini terjadi di tengah ketegangan puncak setelah jatuhnya pesawat tempur AS di wilayah Iran sehari sebelumnya. (zarahamala/arrahmah.id)
