RAMALLAH (Arrahmah.id) -- Tiga tentara pendudukan 'Israel' terluka setelah ditusuk di pintu masuk permukiman Ateret, utara Ramallah, lapor Palestine Chronicle (2/12/2025). Menurut laporan 'Israel', warga Palestina yang melakukan operasi di dekat desa Atara dan Umm Safa ditembak dan dibunuh oleh pasukan pendudukan 'Israel'.
Media 'Israel' mengatakan bahwa seorang warga Palestina menikam dua warga 'Israel', yang kemudian dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Tentara 'Israel' di lokasi melepaskan tembakan dan membunuh warga Palestina yang dituduh melakukan aksi tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah eskalasi agresi 'Israel' yang kembali meningkat di Tepi Barat yang diduduki, termasuk penggerebekan, penangkapan, dan serangan yang menargetkan warga Palestina dan komunitas mereka.
Sebelumnya pada hari Selasa, seorang perempuan Palestina berusia 35 tahun ditembak dengan peluru tajam oleh pasukan Israel di pos pemeriksaan Mazmuria dekat Betlehem, menurut Bulan Sabit Merah Palestina.
Pasukan 'Israel' juga menyerbu beberapa rumah sakit di kota Hebron (Al-Khalil), termasuk Rumah Sakit Al-Ahli, di sekitar Rumah Sakit Al-Mizan, dan Rumah Sakit Muhammad Ali Al-Muhtaseb. Penggerebekan juga dilaporkan di beberapa wilayah Tubas, Hebron, dan Nablus.
Di distrik Ramallah, pasukan Israel menyerbu kota Beit Rima, menutup semua pintu masuk dan memberlakukan tindakan militer yang lebih ketat untuk membatasi pergerakan penduduk.
Media Palestina juga melaporkan bahwa pasukan 'Israel' sedang bersiap untuk menghancurkan rumah keluarga seorang warga Palestina yang dituduh melakukan operasi penabrakan bus di lingkungan Al-Ma'ajeen, Nablus — sebuah kebijakan lama yang digunakan sebagai hukuman kolektif.
Sementara itu, Otoritas Umum Palestina untuk Urusan Sipil mengonfirmasi bahwa warga Palestina berusia 17 tahun yang dituduh melakukan operasi penabrakan pada hari Senin, Muhannad Tareq Muhammad al-Zughaier, telah dibunuh oleh pasukan 'Israel' di Hebron.
Pada 1 Desember, al-Zughaier dilaporkan memacu kendaraannya ke arah tentara Israel yang ditempatkan di Persimpangan Yehuda di Tepi Barat selatan, melukai seorang tentara perempuan sebelum melarikan diri di bawah tembakan. (hanoum/arrahmah.id)
