Memuat...

Trump Umumkan 'Israel' Setujui Gencatan Senjata di Gaza Selama 60 Hari

Zarah Amala
Rabu, 2 Juli 2025 / 7 Muharam 1447 07:21
Trump Umumkan 'Israel' Setujui Gencatan Senjata di Gaza Selama 60 Hari
Trump mengatakan Qatar dan Mesir akan mengajukan proposal akhir (Al Jazeera)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa (1/7/2025) mengumumkan bahwa 'Israel' telah menyetujui "semua syarat yang diperlukan" untuk mengakhiri perang dan melaksanakan gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza. Selama periode ini, akan dilakukan upaya diplomatik untuk menghentikan agresi secara permanen.

Trump menyebut bahwa perwakilannya telah mengadakan pertemuan panjang dan konstruktif dengan pihak 'Israel' pada Selasa (1/7) untuk membahas situasi di Gaza.

Dalam unggahan di media sosialnya, Trump menyampaikan bahwa Qatar dan Mesir, dua negara yang selama ini menjadi perantara utama dalam upaya perdamaian, akan mengajukan proposal akhir tersebut kepada pihak Hamas.

Trump mengungkapkan harapannya agar Hamas menerima kesepakatan ini, seraya memperingatkan bahwa "situasinya tidak akan membaik, justru akan semakin memburuk," jika kesempatan ini dilewatkan.

Sementara itu, CNN mengutip pejabat pemerintahan AS yang mengatakan bahwa Hamas belum memberikan persetujuan atas kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Masih Ada Perbedaan Pandangan

Menurut estimasi 'Israel', saat ini masih terdapat 50 tawanan 'Israel' yang ditahan di Gaza, dengan sekitar 20 orang diyakini masih hidup. Di sisi lain, lebih dari 10.400 warga Palestina kini ditahan di penjara-penjara 'Israel', di mana mereka mengalami penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, faktor yang telah menyebabkan banyak kematian, menurut laporan dari lembaga-lembaga HAM Palestina maupun 'Israel'.

Kantor penyiaran publik 'Israel' melaporkan, mengutip sumber yang mengikuti proses negosiasi tak langsung antara 'Israel' dan Hamas (namun tidak disebutkan namanya), bahwa kemungkinan tercapainya kesepakatan cukup besar, meskipun masih ada sejumlah perbedaan pendapat antara kedua belah pihak.

Salah satu poin krusial yang masih diperdebatkan adalah soal penghentian total perang dan sejauh mana pasukan 'Israel' akan mundur dari wilayah Gaza.

Trump Akan Tekan Netanyahu

Sebelumnya, pada hari yang sama, Trump menyatakan, “Saya akan bersikap tegas terhadap Netanyahu soal penghentian perang di Gaza, dan saya yakin minggu depan kita bisa mencapai kesepakatan.”

Sementara itu, Perdana Menteri 'Israel', Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa ia akan melawat ke Washington pekan depan untuk bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat, termasuk Trump sendiri.

Sejak 7 Oktober 2023, 'Israel' melancarkan perang genosida di Jalur Gaza yang mencakup pembunuhan massal, pengepungan yang menyebabkan kelaparan, penghancuran infrastruktur, dan pengusiran paksa penduduk. Semua ini dilakukan sambil mengabaikan seruan masyarakat internasional, serta perintah dari Mahkamah Internasional yang menyerukan penghentian agresi tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)