GAZA (Arrahmah.id) - Abu Ubaidah, juru bicara militer Brigade Al-Qassam yang baru saja ditunjuk, menyatakan bahwa kelompok tersebut telah menyerahkan kepada para mediator seluruh informasi yang mereka miliki mengenai lokasi jenazah tawanan tentara 'Israel' terakhir yang ditahan di Gaza.
Dalam pernyataan pada Jumat (23/1/2026), Abu Ubaidah mengatakan bahwa Al-Qassam telah memberikan "semua rincian dan informasi yang tersedia" terkait keberadaan jenazah tentara 'Israel' bernama Ran Gvili, yang ditawan dan tewas pada 7 Oktober 2023.
Ia menyebutkan bahwa upaya pencarian 'Israel' di lokasi-lokasi tertentu, berdasarkan informasi yang diteruskan melalui mediator, membuktikan akurasi data yang dibagikan oleh pihak perlawanan. Abu Ubaidah menegaskan bahwa berkas mengenai tahanan dan jenazah tentara 'Israel' telah ditangani dengan "transparansi penuh" dari pihak perlawanan.
Ia mencatat bahwa Al-Qassam telah memenuhi semua kewajibannya di bawah perjanjian gencatan senjata. Ia mengatakan gerakan perlawanan telah menyerahkan semua tahanan tentara yang masih hidup serta jenazah-jenazah secepat mungkin tanpa penundaan, meskipun 'Israel' berulang kali melakukan pelanggaran, serangan terus-menerus, dan puluhan pembantaian.
Abu Ubaidah menyatakan bahwa pihak perlawanan sangat berkeinginan untuk menutup berkas ini sepenuhnya dan tidak memiliki kepentingan untuk menunda prosesnya. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini demi kepentingan rakyat Palestina, terutama mengingat kondisi yang sangat kompleks dan hampir mustahil di mana jenazah-jenazah tersebut dicari lokasinya dan diserahkan, semuanya dengan sepengetahuan para mediator.
Ia menyerukan kepada para mediator untuk memikul tanggung jawab mereka dan menekan Israel agar sepenuhnya mengimplementasikan apa yang telah disepakati.
Media 'Israel' sebelumnya mengklaim bahwa badan-badan keamanan telah memperoleh "informasi dan indikasi" mengenai kemungkinan lokasi jenazah Gvili di Gaza. Channel 12 mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa pemeriksaan lapangan telah dimulai baru-baru ini berdasarkan petunjuk awal.
Menyusul pernyataan Abu Obeida, para pejabat 'Israel' mengonfirmasi adanya eskalasi aktivitas militer di Gaza utara. Seorang juru bicara militer 'Israel' mengatakan bahwa Komando Selatan telah meluncurkan operasi terfokus di area "Garis Kuning" (Yellow Line) di utara Gaza untuk menemukan jenazah Gvili.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pencarian dilakukan di sebuah pemakaman di Gaza utara dan bergantung pada "semua intelijen yang tersedia". Kantor Netanyahu juga menyatakan bahwa sejak akhir pekan lalu, tentara 'Israel' telah melakukan operasi skala besar untuk menemukan lokasi jenazah tentara tawanan Ran Gvili. (zarahamala/arrahmah.id)
