Memuat...

Serangan Drone 'Israel' Tewaskan Dua Remaja Gaza Saat Mencari Kayu Bakar

Zarah Amala
Senin, 26 Januari 2026 / 8 Syakban 1447 10:31
Serangan Drone 'Israel' Tewaskan Dua Remaja Gaza Saat Mencari Kayu Bakar
Asma al-Zawarah (37), memeluk putranya Mohammed yang tewas bersama sepupunya dalam serangan pesawat nirawak 'Israel' (Foto oleh Omar AL-QATTAA / AFP)

GAZA (Arrahmah.id) - Pasukan militer 'Israel' menewaskan dua anak Palestina pada Sabtu (24/1/2026) di Gaza bagian utara. Insiden ini terjadi saat kedua korban sedang mengumpulkan kayu bakar untuk menghangatkan keluarga dan memasak makanan di tengah blokade bantuan yang masih terus berlanjut.

Sumber medis di Gaza mengonfirmasi bahwa kedua korban, Salman al-Zawarah (13) dan sepupunya Mohammed al-Zawarah (15), tewas setelah sebuah drone 'Israel' menyerang sekelompok warga sipil di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan. Serangan ini menambah panjang daftar korban sipil sejak gencatan senjata fase kedua dalam rencana Trump dimulai.

Krisis kemanusiaan di Gaza semakin diperparah oleh cuaca musim dingin yang ekstrem. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa jumlah anak yang meninggal akibat hipotermia meningkat menjadi 10 orang, menyusul kematian bayi berusia tiga bulan, Ali Abu Zour, di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsha.

Suhu di Gaza dilaporkan merosot hingga 10 derajat Celsius pada malam hari. Kelangkaan bahan bakar yang parah memaksa warga untuk mencari kayu bakar di area berbahaya demi bertahan hidup. Kondisi ini diperburuk dengan rusaknya infrastruktur pengungsian; Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa 127.000 dari 135.000 tenda pengungsi kini tidak layak huni akibat hujan lebat dan angin kencang.

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober lalu, tercatat lebih dari 1.200 pelanggaran yang dilakukan oleh pihak 'Israel'. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sedikitnya 481 warga Palestina tewas dan 1.206 lainnya luka-luka sejak 10 Oktober. Selain serangan militer, runtuhnya bangunan yang rusak akibat pemboman sebelumnya juga telah menewaskan sedikitnya 25 orang sejak pertengahan Desember.

Badan PBB UNRWA mengonfirmasi adanya lonjakan penyakit pernapasan, penyakit kulit, dan penyebaran kutu di kamp-kamp pengungsian akibat kepadatan penduduk dan kondisi sanitasi yang buruk. Lebih dari 100 kelompok bantuan internasional kini menuduh 'Israel' sengaja menghambat pengiriman bantuan penyelamat nyawa, termasuk tenda, obat-obatan, dan bahan bakar, yang melanggar ketentuan dalam rencana perdamaian 20 poin yang diprakarsai Amerika Serikat. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlinePalestinaGazaserangan israel