TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Serangan rudal Iran kembali mengguncang 'Israel' setelah sebuah proyektil berdaya ledak besar dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghantam kawasan permukiman di Petah Tikva, menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan.
Dilansir The Times of Israel (2/4/2026), rekaman video yang beredar menunjukkan detik-detik rudal menghantam area tersebut, memicu ledakan besar dan kepulan asap tebal. Serangan ini disebut menggunakan rudal dengan hulu ledak berat yang meningkatkan daya hancur saat mengenai target darat.
Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran dan 'Israel' yang dalam beberapa pekan terakhir diwarnai rentetan serangan rudal ke wilayah sipil. Media internasional melaporkan bahwa Iran terus meluncurkan serangan ke berbagai target di 'Israel', termasuk kawasan padat penduduk, sebagai bagian dari balasan atas serangan sebelumnya.
Pejabat 'Israel' juga mengakui bahwa serangan rudal Iran terus menargetkan area sipil, meski sebagian besar berhasil dicegat. Namun, beberapa proyektil tetap lolos dan menyebabkan korban serta kerusakan infrastruktur.
Konflik yang terus meningkat ini melibatkan berbagai jenis persenjataan, termasuk rudal balistik dan jelajah, serta serangan dari sekutu Iran di kawasan seperti kelompok Houthi di Yaman.
Sejak pecahnya perang pada akhir Februari 2026, Iran telah meluncurkan ratusan rudal ke 'Israel' dengan berbagai jenis hulu ledak, termasuk yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan dan memaksimalkan dampak di wilayah perkotaan.
Serangan terbaru di Petah Tikva mempertegas meningkatnya intensitas konflik sekaligus menunjukkan bahwa sistem pertahanan 'Israel' tidak sepenuhnya mampu mencegah semua ancaman yang masuk, terutama dalam menghadapi gelombang serangan berskala besar. (hanoum/arrahmah.id)
