QUNEITRA (Arrahmah.id) -- Aparat perbatasan Suriah dilaporkan mencegah aksi massa warga di wilayah Quneitra, dekat Dataran Tinggi Golan, yang berupaya menuju perbatasan untuk melakukan serangan ke wilayah 'Israel' sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Laporan Radio Horan (3/4/2026), ratusan warga berkumpul dalam demonstrasi di Quneitra dan menyerukan aksi langsung terhadap 'Israel', termasuk ajakan menyerang Tel Aviv. Namun, pasukan keamanan Suriah segera melakukan pengamanan ketat dan membatasi pergerakan massa agar tidak mendekati garis demarkasi di Golan.
Situasi ini terjadi di tengah kemarahan publik atas kebijakan keras 'Israel' terhadap warga Palestina, termasuk wacana hukuman mati yang memicu gelombang solidaritas di berbagai negara Timur Tengah. Demonstrasi di wilayah selatan Suriah menjadi salah satu yang paling dekat secara geografis dengan perbatasan 'Israel'.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerumunan massa membawa bendera dan meneriakkan slogan pro-Palestina, sementara aparat berjaga untuk mencegah eskalasi menjadi bentrokan lintas batas. Upaya pembatasan ini dinilai penting untuk menghindari konfrontasi langsung yang dapat memicu konflik lebih luas.
Media internasional sebelumnya telah menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan perbatasan Golan, yang merupakan wilayah sengketa antara Suriah dan 'Israel' sejak Perang Enam Hari 1967. Hingga kini, wilayah tersebut tetap menjadi titik rawan yang dijaga ketat oleh militer Israel dan diawasi oleh pasukan penjaga perdamaian United Nations Disengagement Observer Force (UNDOF).
Selain itu, laporan dari berbagai media global seperti Al Jazeera dan Reuters dalam beberapa pekan terakhir juga mencatat meningkatnya mobilisasi warga sipil dan kelompok bersenjata di dekat perbatasan, seiring eskalasi konflik Israel–Palestina dan keterlibatan aktor regional lainnya. (hanoum/arrahmah.id)
