WASHINGTON (Arrahmah.com) - Seorang pejabat AS telah menyatakan dukungan atas ketegasan Washington terhadap negara-negara Teluk Persia selama kunjungan ke Arab Saudi di tengah-tengah perubahan politik yang besar yang terjadi di wilayah ini.
Utusan luar negeri, William Burns, pada Rabu (14/9/2011) menegaskan komitmen tegasnya bagi keamanan negara Teluk dalam kunjungannya di Jeddah untuk bertemu dengan Raja Abdullah, kutip AFP.
Kunjungan selama dua hari ini datang setelah mantan direktur intelijen Saudi memperingatkan bahwa AS akan terancam kehilangan kredibilitasnya di dunia Arab jika menentang tawaran kenegaraan Palestina.
Palestina sedang mempersiapkan diri untuk mengajukan permintaan resmi untuk menjadi anggota ke-194 Perserikatan Bangsa-Bangsa, meski ditentang AS dan Israel, pada pertemuan Majelis Umum yang akan dimulai pada tanggal 20 September.
Pangeran Turki al-Faisal, mantan kepala intelijen Saudi dan mantan duta besar Saudi untuk Washington, menulis dalam sebuah opini di harian New York Times yang dinilai AS akan membahayakan posisinya di Arab,
"Di tengah semakin panasnya pergolakan di dunia Arab, maka 'hubungan khusus' antara Arab Saudi dan Amerika Serikat akan semakin dilihat sebagai racun oleh sebagian besar masyarakat Arab dan kaum Muslim yang menuntut keadilan bagi rakyat Palestina," tulis al-Faisal dalam artikel opininya.
Jika Washington memaksakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB, maka "Arab Saudi tidak lagi mampu bekerja sama dengan Amerika dengan cara yang sama secara historis," lanjut al-Faisal.
Burns mendiskusikan kepentingan bersama yang selama ini dibangun antara Amerika Serikat dan Arab Saudi dalam menjamin keamanan dan stabilitas di Timur Tengah.
Selama kunjungannya ke kerajaan Saudi, Burns "bertukar pandangan" dengan para pemimpin Saudi mengenai berbagai isu, termasuk transfer kekuasaan secara damai di Yaman, dukungan politik dan ekonomi dalam transisi yang saat ini berlangsung di Mesir dan Libya. (althaf/arrahmah.com)
AS tegaskan komitmen untuk 'amankan' negara-negara Teluk
Althaf
Kamis, 15 September 2011 / 17 Syawal 1432 09:19
