DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Presiden Suriah, Ahmad asy Syaraa, menerima laporan akhir Komite Pencari Fakta Nasional mengenai peristiwa Maret lalu di pesisir Suriah yang melibatkan sisa-sisa tenatara rezim Presiden Bashar al-Assad.
Dilansir kantor berita Suriah SANA (20/7/2025), komite tersebut sebelumnya dibentuk untuk memastikan negara tersebut berjalan di jalur yang bebas dari pelanggaran atau upaya untuk mengaburkan kebenaran.
Pemerintah Suriah membentuk komite tersebut sepekan setelah ketegangan keamanan di wilayah pesisir Suriah pada 6 Maret. Dimana sisa-sisa tentara rezim Presiden terguling Bashar al-Assad secara tiba-tiba menyerang patroli keamanan dan pos pemeriksaan Suriah.
Berdasarakan hasil pencarian fakta, komite investigasi mengumumkan bahwa mereka telah melakukan 10 kunjungan ke Baniyas, mendengarkan lebih dari 300 kesaksian, dan mencatat bahwa mereka telah mendokumentasikan 95 kesaksian terkait peristiwa di Latakia sesuai standar hukum.
Komite juga menyatakan bahwa mereka telah menerima lebih dari 30 laporan terkait peristiwa tersebut, memeriksa sembilan lokasi, mendengarkan kesaksian dari otoritas keamanan, militer, dan sipil di Latakia, serta memasuki semua wilayah tempat insiden terjadi. (hanoum/arrahmah.id)
