TEPI BARAT (Arrahmah.id) -- Militer 'Israel' menyerbu Universitas Birzeit, di utara Ramallah di Tepi Barat bagian tengah yang diduduki, pada Selasa (6/1/2026) pagi, membubarkan secara paksa demonstrasi mahasiswa yang diadakan sebagai bentuk solidaritas dengan tahanan Palestina sebelum mundur dari kampus beberapa jam kemudian.
Dilansir Bulan Sabit Merah Palestina (6/1), tak kurang 11 mahasiswa terluka selama penyerbuan. Pasukan 'Israel' pun dilaporkan menghalangi tim medis untuk memasuki universitas guna memberikan bantuan.
Kementerian Kesehatan Palestina kemudian mengkonfirmasi bahwa semua 11 mahasiswa yang terluka telah dipindahkan ke Rumah Sakit Konsultasi Ramallah.
Menurut kementerian, tiga orang mengalami luka tembak langsung, tiga orang terluka akibat pecahan peluru, dan lima orang menderita akibat menghirup gas air mata.
Seorang koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa pasukan penjajah 'Israel' menembakkan peluru tajam di dalam kampus dan melakukan penempatan besar-besaran di sekitar Gedung Kamal Nasser dan fasilitas universitas lainnya.
Koresponden tersebut menambahkan bahwa pasukan penjajah menerobos gerbang utama universitas dan menyebar ke beberapa area kampus, menggunakan peluru tajam dan tabung gas air mata untuk membubarkan mahasiswa, yang mengakibatkan banyak korban luka.
Serangan ini merupakan bagian dari pola serangan berulang 'Israel' terhadap lembaga pendidikan Palestina. Universitas Birzeit telah beberapa kali menjadi sasaran di masa lalu, dengan mahasiswa ditangkap dan barang-barang pribadi disita selama serangan sebelumnya. (arrahmah.id)
