Memuat...

Dingin Mematikan di Gaza, 21 Pengungsi Tewas, Mayoritas Anak-Anak

Zarah Amala
Senin, 12 Januari 2026 / 23 Rajab 1447 10:30
Dingin Mematikan di Gaza, 21 Pengungsi Tewas, Mayoritas Anak-Anak
Seorang kerabat berduka setelah bayi Palestina berusia satu minggu, Mahmoud al-Akra, meninggal dunia akibat cuaca dingin yang ekstrem di Deir al Balah, Gaza tengah pada 10 Januari 2026. [Stringer – Anadolu Agency]

GAZA (Arrahmah.id) - Sedikitnya 21 warga Palestina yang mengungsi, sebagian besar anak-anak, dilaporkan meninggal akibat cuaca dingin ekstrem di kamp-kamp pengungsian Gaza sejak dimulainya perang 'Israel' di wilayah tersebut, kata otoritas setempat pada Ahad (11/1/2026), seperti dilaporkan Anadolu.

Dalam pernyataannya, kantor media pemerintah Gaza menyebutkan bahwa kematian tersebut terjadi pada keluarga-keluarga yang tinggal di tempat penampungan darurat yang hampir tidak memberikan perlindungan dari kerasnya musim dingin. Mereka memperingatkan bahwa bencana kemanusiaan kian memburuk seiring gelombang dingin yang terus melanda wilayah itu.

Jumlah korban mencakup 18 anak-anak, yang menegaskan tingkat kerentanan ekstrem keluarga-keluarga pengungsi, terutama bayi dan anak kecil, yang terpaksa hidup di tenda-tenda tanpa pemanas, isolasi, dan perlengkapan musim dingin dasar.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah seorang bayi berusia satu pekan, Mahmoud al-Aqraa, meninggal dunia akibat hipotermia setelah suhu dingin parah membuat tubuhnya menggigil tak terkendali, ujar ayahnya, Adnan al-Aqraa, kepada Anadolu. Bayi itu meninggal di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Gaza tengah.

Kantor media itu menyatakan bahwa kematian terbaru akibat dingin merupakan konsekuensi langsung dari kehancuran luas rumah dan infrastruktur, blokade 'Israel' yang terus berlanjut, serta pengungsian paksa lebih dari 1,5 juta warga Palestina.

Mereka memperingatkan bahwa gelombang dingin yang berkelanjutan berpotensi menambah jumlah korban, khususnya di kalangan anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis, seiring intensitas cuaca musim dingin yang diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Menurut pernyataan tersebut, empat orang telah meninggal akibat penyebab terkait cuaca dingin sejak awal musim dingin tahun ini pada Desember saja, di tengah kelangkaan parah peralatan pemanas, pakaian musim dingin, selimut, dan tempat berlindung yang aman.

Pejabat meteorologi Palestina mengatakan bahwa sistem tekanan rendah baru mulai memengaruhi Gaza sejak Jumat, membawa hujan lebat, angin kencang, dan penurunan suhu drastis, dengan kecepatan angin mencapai hingga 60 kilometer per jam di beberapa wilayah.

Pertahanan Sipil Gaza menyatakan bahwa badai tersebut merusak atau menerbangkan ribuan tenda pengungsian, serta menyebabkan puluhan bangunan yang telah melemah akibat pemboman Israel sebelumnya roboh selama kondisi cuaca terbaru, sehingga menimbulkan korban tambahan.

Kantor media pemerintah menyalahkan 'Israel' sepenuhnya atas kematian-kematian tersebut, dengan alasan kegagalan berkelanjutan 'Israel' untuk mengizinkan masuknya bahan-bahan tempat tinggal, perlengkapan pemanas, dan peralatan rekonstruksi yang memadai, meskipun perjanjian gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober.

Sejak gencatan senjata dimulai, otoritas 'Israel' berulang kali gagal memenuhi komitmen untuk memfasilitasi masuknya tenda, unit hunian bergerak, serta bahan bangunan yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan air, sanitasi, dan listrik, menurut data resmi Palestina.

Kantor media tersebut mendesak komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan organisasi kemanusiaan untuk segera mengambil tindakan dengan menyediakan tempat berlindung yang aman, perlengkapan pemanas, dan bantuan kemanusiaan tanpa hambatan guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

Sejak Oktober 2023, militer 'Israel' telah menewaskan lebih dari 71.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 orang dalam ofensif brutal yang membuat Jalur Gaza porak-poranda.

Meski gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, militer 'Israel' terus melancarkan serangan, menewaskan 442 warga Palestina dan melukai 1.236 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlineIsraelPalestinaGazapengungsiblokadecuaca ekstrem