Memuat...

Diplomat Bulgaria Nikolay Mladenov Disiapkan Pimpin Dewan Gaza Versi Trump

Zarah Amala
Sabtu, 10 Januari 2026 / 21 Rajab 1447 10:00
Diplomat Bulgaria Nikolay Mladenov Disiapkan Pimpin Dewan Gaza Versi Trump
Politisi dan diplomat Bulgaria Nikolay Mladenov. (Foto: Ottokars, melalui Wikimedia Commons)

GAZA (Arrahmah.id) - Politikus dan diplomat Bulgaria, Nikolay Mladenov, yang disebut-sebut akan memimpin “Dewan Perdamaian Gaza” bentukan Presiden AS Donald Trump, bertemu dengan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu pada Kamis (8/1/2026).

Penunjukan tersebut diumumkan oleh Netanyahu setelah pertemuan dan dikonfirmasi oleh seorang pejabat Amerika Serikat kepada Associated Press (AP).

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu hari ini bertemu di Kantor Perdana Menteri di Yerusalem dengan Nikolay Mladenov, yang dijadwalkan menjadi Direktur Dewan Perdamaian Jalur Gaza,” demikian pernyataan kantor Netanyahu, disertai video keduanya berjabat tangan sebelum pertemuan.

“Perdana Menteri kembali menegaskan bahwa Hamas harus dilucuti dan Jalur Gaza harus didemiliterisasi sesuai dengan rencana 20 poin Presiden Trump,” tambah pernyataan tersebut.

Haaretz melaporkan belum ada konfirmasi resmi dari Washington, meski seorang pejabat senior anonim menyebut Mladenov sebagai pilihan utama Trump. AP juga mengutip konfirmasi dari seorang pejabat AS.

Mladenov (53) merupakan mantan menteri pertahanan dan menteri luar negeri Bulgaria. Ia pernah menjabat sebagai utusan PBB untuk Irak pada 2013–2015, lalu diangkat sebagai Utusan Khusus PBB untuk Perdamaian Timur Tengah pada 2015–2020, menurut AP.

Haaretz mencatat bahwa selama masa jabatannya sebagai utusan perdamaian, Mladenov “kerap berupaya meredakan ketegangan antara 'Israel' dan Hamas.”

Saat ini Mladenov bermukim di Uni Emirat Arab dan memimpin Anwar Gargash Diplomatic Academy. Ia memiliki gelar master dalam Studi Perang dan Hubungan Internasional.

Milen Keremedchiev, mantan diplomat Bulgaria dan pakar politik Timur Tengah, mengatakan kepada AP bahwa Bulgaria lama dipandang sebagai negara moderat yang menghindari sikap ekstrem dalam konflik ini. Menurutnya, pendekatan seimbang Mladenov diterima positif baik oleh dunia Arab maupun 'Israel'.

Rencana Trump

Presiden Trump mengumumkan rencana 20 poin pada 29 September 2025 untuk mengakhiri perang genosida 'Israel' di Gaza. Rencana itu mencakup gencatan senjata, pembebasan tawanan 'Israel', penarikan pasukan 'Israel' dari Gaza, pembentukan pemerintahan teknokrat, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, serta pelucutan senjata Hamas.

Keremedchiev menilai penunjukan Mladenov merupakan puncak dari kontribusinya dalam upaya perdamaian, karena ia dinilai berhasil meraih kepercayaan baik dari pihak 'Israel' maupun Palestina.

Mantan diplomat 'Israel' Alon Bar, yang pernah menjabat Wakil Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri 'Israel' untuk urusan PBB, mengatakan kepada AP bahwa Mladenov “berhasil membangun hubungan saling percaya dengan elite politik 'Israel', termasuk Perdana Menteri Netanyahu,” sekaligus memiliki kepercayaan dari pihak Palestina.

Pada Jumat (9/1), Mladenov juga bertemu dengan Hussein Al-Sheikh, Wakil Presiden Palestina dan Wakil Ketua PLO, di kantornya di Ramallah.

Peran regional Mladenov mengemuka saat Arab Spring, ketika ia menjabat Menteri Luar Negeri Bulgaria (2010–2013). Pada 2012, ia menjadi tuan rumah pertemuan besar pertama oposisi Suriah di Sofia, yang mempertemukan berbagai faksi penentang Bashar al-Assad dan menghasilkan deklarasi bersama untuk dialog terstruktur, lansir AP.

Sementara itu, kantor berita Anadolu melaporkan bahwa menurut Times of Israel, Trump diperkirakan akan mengumumkan fase kedua rencana Gaza pekan depan, meski ada keberatan dari pihak 'Israel'. Trump disebut akan mengumumkan pembentukan “dewan perdamaian” dan badan-badan pemerintahan lain untuk mengelola Gaza.

Meski gencatan senjata yang dimediasi AS berlaku sejak Oktober lalu, 'Israel' dilaporkan telah membunuh 439 warga Palestina dan melukai lebih dari 1.000 orang. Total korban tewas sejak serangan besar 'Israel' ke Gaza dua tahun lalu mencapai 71.409 orang, dengan 171.304 lainnya luka-luka. (zarahamala/arrahmah.id)

Headlinetrumpdewan gazadiplomat bulgariaNikolay Mladenov