GAZA (Arrahmah.id) - Pasukan angkatan laut 'Israel' dilaporkan melepaskan tembakan ke arah sebuah kapal militer Mesir setelah kapal tersebut memasuki perairan di lepas pantai Gaza pada Kamis malam (8/1/2026), menurut laporan media 'Israel' pada Jumat (9/1).
Saluran televisi Channel 13 'Israel' melaporkan bahwa kapal perang Mesir tersebut berangkat dari Semenanjung Sinai dan bergerak memasuki wilayah yang berada di bawah blokade laut 'Israel' atas Gaza.
Menurut versi 'Israel', kapal Mesir itu telah diperintahkan untuk berbalik arah. Namun, ketika kapal tersebut tetap melanjutkan pergerakan menuju Gaza, pasukan pendudukan 'Israel' menembakkan tembakan peringatan ke arahnya. Kapal tersebut kemudian mengubah haluan dan kembali ke perairan teritorial Mesir. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Sumber militer 'Israel' mengatakan kepada Channel 13 bahwa otoritas Mesir kemudian mengakui tanggung jawab atas insiden tersebut dan menyampaikan penyesalan. Laporan itu menyebutkan bahwa kontak komunikasi terjadi antara Tel Aviv dan Kairo setelah kejadian tersebut, sebagai upaya mencegah eskalasi.
Sementara itu, menurut The New Arab, Mesir hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi, dan tidak ada konfirmasi yang dipublikasikan oleh media utama Mesir.
Insiden ini terjadi di tengah hubungan yang tegang antara Mesir dan 'Israel' sejak dimulainya perang Gaza pada 2023. Kairo berulang kali memperingatkan agar tidak ada upaya pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza ke Semenanjung Sinai, serta memainkan peran sentral sebagai mediator dalam perundingan gencatan senjata antara 'Israel' dan gerakan perlawanan Palestina, Hamas.
'Israel' saat ini menguasai secara efektif ruang maritim Gaza dan memberlakukan blokade laut di seluruh kawasan pesisir. Akses nelayan Palestina telah dibatasi secara ketat selama bertahun-tahun, dengan pasukan 'Israel' berulang kali menembaki kapal nelayan dan menyebabkan puluhan nelayan tewas. (zarahamala/arrahmah.id)
