Memuat...

Naim Qassem dari Hizbullah Bertemu Menlu Iran Abbas Araghchi di Beirut

Zarah Amala
Sabtu, 10 Januari 2026 / 21 Rajab 1447 10:30
Naim Qassem dari Hizbullah Bertemu Menlu Iran Abbas Araghchi di Beirut
Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Desain: Palestine Chronicle)

BEIRUT (Arrahmah.id) - Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, pada Jumat (9/1/2026) bertemu di Beirut dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang datang bersama delegasi resmi, dengan kehadiran Duta Besar Iran untuk Lebanon, Mojtaba Amani.

Jaringan berita Lebanon Al Mayadeen melaporkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Sheikh Qassem menyinggung agresi AS–'Israel' yang masih berlangsung, serta menegaskan kegagalan 'Israel' mematuhi perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada November 2024, meskipun Lebanon telah sepenuhnya memenuhi kewajibannya di wilayah selatan Sungai Litani.

Ia memperingatkan bahwa pelanggaran-pelanggaran ini mencerminkan agenda ekspansionis 'Israel', dengan merujuk pada pernyataan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu tentang apa yang disebut sebagai “Israel Raya”.

Qassem menegaskan bahwa 'Israel' tidak akan mencapai tujuannya melalui agresi berkelanjutan, seraya menekankan keteguhan rakyat Lebanon dan Perlawanan dalam mempertahankan tanah mereka serta kembali ke desa-desa dan kota-kota di Lebanon selatan.

Ia kembali menegaskan komitmen Hizbullah untuk berkoordinasi dengan negara dan tentara Lebanon guna mengakhiri pendudukan, menghentikan agresi yang terus berlanjut, membebaskan para tahanan, serta mendukung upaya rekonstruksi dan pembangunan negara.

Sementara itu, Araghchi menyatakan bahwa Teheran berupaya memperdalam hubungan dengan Lebanon berdasarkan hubungan yang normal dan bersahabat antarnegara berdaulat. Ia menekankan bahwa kehadiran delegasi ekonomi yang menyertainya mencerminkan niat Iran untuk memperluas kerja sama dengan Lebanon di berbagai sektor.

Meski Iran menghadapi sanksi dan tekanan eksternal, Araghchi menegaskan tekad Teheran, seraya merujuk pada langkah-langkah pemerintah yang diperkirakan akan membuahkan hasil dalam waktu dekat.

Ia menegaskan bahwa ancaman tidak akan menghalangi Iran dalam menjalankan haknya atas pengembangan nuklir untuk tujuan damai maupun dalam memperkuat kemampuan pertahanannya. Ia juga menegaskan bahwa Iran, di bawah kepemimpinan Ali Khamenei, tetap teguh menghadapi berbagai tantangan.

Pertemuan ini berlangsung dalam rangka kunjungan resmi Araghchi ke Lebanon yang dimulai pada 8 Januari 2026, menandai kunjungan pertamanya ke negara tersebut tahun ini.

Kunjungan Pertama Araghchi ke Lebanon pada 2026

Menjelang kunjungan tersebut, Araghchi menyatakan bahwa lawatan ini bertujuan untuk menggelar pembahasan dan pertukaran pandangan dengan para pejabat Lebanon, sekaligus memperkuat hubungan lama antara kedua negara. Ia menegaskan dukungan berkelanjutan Iran terhadap kedaulatan Lebanon serta penghormatan terhadap sikap pemerintah Lebanon.

Di awal kunjungannya, Araghchi bertemu dengan Ali al-Khatib, Wakil Ketua Dewan Syiah Tertinggi Lebanon. Ia kemudian mengunjungi makam Hassan Nasrallah di kawasan pinggiran selatan Beirut.

Araghchi juga bertemu dengan Menteri Ekonomi Lebanon, Amer Bisat, untuk membahas penguatan hubungan ekonomi dan perdagangan. Bisat menyatakan bahwa pemerintah Lebanon tetap terbuka untuk memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan luar negeri, dengan tetap menghormati kedaulatan dan kemerdekaan Lebanon.

Pada 9 Januari, Araghchi juga menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Rajji, Ketua Parlemen Nabih Berri, dan Presiden Joseph Aoun.

Menurut Al Mayadeen, kunjungan Araghchi ini menyusul pertukaran pernyataan publik dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Rajji terkait lokasi perundingan bilateral. Pada Desember lalu, Araghchi menyambut undangan untuk berkunjung ke Beirut, namun mempertanyakan usulan agar pertemuan dilakukan di negara ketiga, khususnya antara negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik penuh.

Dalam pernyataan di X, Araghchi mengucapkan terima kasih kepada Rajji atas undangan tersebut, namun menyebut keengganan untuk membalas dengan kunjungan ke Teheran sebagai hal yang membingungkan.

Ia mengatakan bahwa menteri luar negeri dari negara-negara yang memiliki hubungan persaudaraan dan diplomatik penuh tidak memerlukan tempat netral untuk bertemu. Merujuk pada situasi Lebanon di bawah pendudukan 'Israel' dan pelanggaran gencatan senjata yang berulang, Araghchi menyatakan ia memahami mengapa mitranya dari Lebanon mungkin belum siap mengunjungi Teheran saat ini.

Araghchi menegaskan kesiapannya untuk mengunjungi Beirut dan menyatakan harapannya agar kunjungan ini membuka babak baru dalam hubungan Iran, Lebanon. Ia kembali menegaskan bahwa Iran menyambut setiap pembahasan yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral tanpa melibatkan pihak ketiga. (zarahamala/arrahmah.id)

IranHeadlinehizbullahPalestinapertemuanNaim QassemAbbas Araghchi