SWEIDA (Arrahmah.id) -- Suriah mengumumkan bahwa tentaranya telah mulai menarik diri dari Sweida yang dilanda kekerasan pada Rabu malam.
Seperti dilansir CNA dan Al Arabiya (17/7/2025), langkah ini menyusul gelombang serangan 'Israel' di ibu kota Damaskus dan seruan Amerika Serikat (AS) agar pasukan pemerintah meninggalkan kota di selatan yang mayoritas penduduknya Druze tersebut.
AS, yang merupakan sekutu dekat 'Israel' dan telah berupaya memulihkan hubungannya dengan Suriah, mengatakan bahwa kesepakatan telah dicapai untuk memulihkan ketenangan di wilayah tersebut. Washington mendesak "semua pihak untuk memenuhi komitmen yang telah mereka buat".
Pemerintah Suriah sebelumnya mengumumkan gencatan senjata baru di Sweida yang akan menghentikan operasi militer di sana, setelah bentrokan yang menurut pemantau perang telah menewaskan lebih dari 350 orang sejak Ahad.
“Tentara Suriah telah mulai menarik diri dari kota Sweida sebagai implementasi dari ketentuan perjanjian yang diadopsi, setelah berakhirnya operasi penggerebekan kota tersebut untuk mencari kelompok-kelompok terlarang", demikian pernyataan Kementerian Pertahanan.
Pernyataan itu tidak menyebutkan penarikan pasukan keamanan pemerintah lainnya, yang telah dikerahkan ke kota itu pada Selasa dengan tujuan untuk mengawasi gencatan senjata sebelumnya. Gencatan ini disepakati dengan para pemimpin masyarakat Druze setelah beberapa hari pertempuran mematikan dengan suku Badui setempat.
Gencatan senjata tersebut tampaknya tidak banyak berpengaruh, dengan para saksi mata melaporkan bahwa pasukan pemerintah bergabung dengan Suku Badui untuk menyerang para pejuang Druze dan warga sipil dalam amukan berdarah di kota tersebut.
Pemantau perang Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa kekerasan di Provinsi Sweida telah menewaskan lebih dari 350 orang, termasuk pasukan pemerintah, pejuang lokal, dan 27 warga sipil Druze yang tewas dalam "eksekusi singkat".
Kepresidenan Suriah berjanji untuk menyelidiki "tindakan keji" di Sweida dan menghukum "semua yang terbukti terlibat".(hanoum/arrahmah.id)
