MOSKOW (Arrahmah.id) - Duta Besar Imarah Islam Afghanistan di Moskow mengatakan bahwa Kabul sepenuhnya siap untuk melanjutkan kerja sama dengan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dan sekali lagi secara aktif berpartisipasi dalam pertemuan dan program organisasi tersebut.
Gul Hassan Hassan mengatakan kepada kantor berita TASS Rusia bahwa Afghanistan, sebagai negara pengamat di SCO, tertarik untuk memperluas keterlibatannya dengan negara-negara anggota organisasi tersebut.
Menurutnya, partisipasi perwakilan Afghanistan dalam pertemuan SCO mendatang dapat membuka jalan bagi kerja sama yang lebih besar di bidang politik, keamanan, dan ekonomi.
Abdul Sadiq Hamidzoy, seorang analis politik, mengatakan: “Organisasi Kerja Sama Shanghai didirikan untuk meningkatkan situasi ekonomi kawasan, dan partisipasi Afghanistan penting baik untuk organisasi maupun untuk Afghanistan sendiri.”
Duta Besar Afghanistan juga menambahkan bahwa Rusia dan Afghanistan sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah penerbangan langsung antara kedua negara.
Mohammad Nabi Afghan, seorang analis ekonomi, mengatakan: “Peningkatan penerbangan langsung antara Kabul dan Moskow dapat berdampak positif pada perdagangan, perjalanan, dan pengangkutan barang melalui kargo.”
Sementara itu, para analis politik percaya bahwa keterlibatan aktif Afghanistan yang diperbarui dalam kerangka SCO dapat menciptakan peluang baru untuk interaksi diplomatik, kerja sama ekonomi, dan peningkatan keamanan regional bersama.
Mereka mengatakan bahwa mengingat posisi geografis Afghanistan, partisipasi negara tersebut dalam mekanisme regional dapat membantu memperkuat kepercayaan antara Kabul dan negara-negara tetangga.
Idris Mohammadi Zazai, analis politik lainnya, menambahkan: “Organisasi Kerja Sama Shanghai memainkan peran penting dalam bidang politik, keamanan, dan ekonomi, dan partisipasi aktif Afghanistan dalam pertemuannya dapat mengubah perspektif negara-negara anggota terhadap Afghanistan.”
Organisasi Kerja Sama Shanghai dianggap sebagai salah satu organisasi regional terpenting, dengan negara-negara besar seperti Rusia, Tiongkok, India, Pakistan, dan beberapa negara Asia Tengah sebagai anggotanya. Afghanistan sebelumnya telah berpartisipasi dalam pertemuannya sebagai negara pengamat. (haninmazaya/arrahmah.id)
