Memuat...

Media 'Israel' Ungkap Kegagalan Operasi Pembunuhan Khalil al-Hayya di Bandara Beirut

Zarah Amala
Selasa, 3 Februari 2026 / 16 Syakban 1447 10:17
Media 'Israel' Ungkap Kegagalan Operasi Pembunuhan Khalil al-Hayya di Bandara Beirut
Beberapa anggota keluarga Khalil al-Hayya, termasuk putranya, tewas dalam serangan 'Israel'. (Timesofisrael)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Media penyiaran publik 'Israel', KAN, mengungkapkan sebuah operasi rahasia yang dibatalkan pada menit-menit terakhir untuk membunuh pemimpin senior Hamas, Khalil al-Hayya. Upaya pembunuhan tersebut direncanakan terjadi melalui serangan udara di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, pada bulan-bulan awal perang Gaza.

Menurut laporan tersebut, militer 'Israel' telah memantau pergerakan al-Hayya secara ketat saat ia tiba di Beirut. Namun, operasi tersebut dihentikan sesaat sebelum eksekusi karena intelijen gagal mendapatkan konfirmasi pasti mengenai lokasi presisi al-Hayya di area bandara, yang memicu kekhawatiran akan kegagalan intelijen fatal.

Khalil al-Hayya, yang kini menjabat sebagai kepala Hamas di Jalur Gaza dan memimpin delegasi negosiasi gencatan senjata, telah lama berada dalam daftar prioritas pembunuhan 'Israel'. Laporan ini mengungkap bahwa ia sudah menjadi target utama jauh sebelum serangan 'Israel' terhadap tokoh-tokoh Hamas di Doha pada September 2025.

Al-Hayya tercatat telah selamat dari berbagai upaya pembunuhan selama lebih dari satu dekade. Pada September 2025, serangan udara 'Israel' di Doha menyasar lokasi pertemuan delegasi Hamas. Al-Hayya selamat, namun putra dan direktur kantornya tewas. Pada Mei 2021, kediamannya di Gaza dibom setelah namanya diumumkan secara publik sebagai target, namun ia sedang tidak berada di tempat dan pada 2014, 'Israel' mengebom rumahnya di lingkungan Shuja’iyya, Gaza, yang menewaskan putra, menantu, dan dua cucunya.

Pengungkapan operasi di Beirut ini menyoroti doktrin militer 'Israel' yang melakukan pembunuhan di luar wilayah Palestina, termasuk di Lebanon dan Qatar. Media 'Israel' mengklaim al-Hayya berperan penting dalam koordinasi regional, termasuk dengan Hizbullah, menjelang peristiwa 7 Oktober 2023.

Operasi yang digagalkan di bandara internasional ini menunjukkan risiko tinggi serangan 'Israel'di wilayah sipil padat penduduk dan fasilitas transportasi utama, yang sering kali berujung pada korban jiwa warga sipil yang signifikan. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlineIsraelPalestinapercobaan pembunuhankhalil al-hayya